The Fed Nilai Pembukaan Kegiatan Bisnis di AS Terlalu Cepat

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 15 April 2020 08:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 15 20 2199341 the-fed-nilai-pembukaan-kegiatan-bisnis-di-as-terlalu-cepat-fYasAqXDDw.jpeg Ilustrasi The Fed. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

WASHINGTON - Federal Reserve AS menilai adanya risiko dengan membuka kembali perekonomian terhadap kebangkitan infeksi virus corona. The Fed pun mengatakan pembukaan ekonomi ini terlalu cepat

Para pemimpin AS, mulai dari Presiden Donald Trump hingga gubernur negara bagian, berencana membuat kebijakan yang berbeda dan kadang-kadang bertentangan dalam menanggapi krisis kesehatan. Perdebatan pun muncul tentang bagaimana dan kapan membuka kembali ekonomi?

Para pejabat Federal Reserve AS masuk menyerukan sebaiknya dilakuka pengujian dukungan fiskal yang lebih lengkap untuk bisnis, keluarga dan pemerintah daerah, dan meningkatkan kekhawatiran bahwa beberapa negara mungkin siap untuk memulai kembali ekonomi mereka sebelum melihat puncak virus.

Baca Juga: Upaya Bank Sentral Selamatkan Ekonomi AS

Sebab, ada sekelompok negara yang telah memberlakukan beberapa aturan jarak sosial yang lebih ketat untuk memperlambat virus, telah membentuk kelompok kerja dalam merencanakan pembukaan kembali sekarang karena beban kasus mungkin memuncak. Dan negara-negara lain, yang lebih lambat untuk mengunci ekonomi mereka, mungkin tertinggal.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa di seluruh AS Selatan ada cukup banyak variasi dalam hal seberapa ketat kunciannya. Secara umum mungkin ekonomi tumbuh lagi pada akhir musim panas.

“Tetapi saya mencoba melihat semua pasar di kabupaten saya untuk memahami lebih baik seperti apa lintasan itu dan apakah puncak akan datang lebih cepat sehingga bahwa kita bisa menyelesaikan ini lebih cepat. Jika itu diperpanjang di beberapa bagian kita mungkin harus menunggu lebih lama," ujarnya, dilansir dari Reuters, Rabu (15/4/2020).

The Fed, dalam satu set keputusan telah memberika stimulus berupa program selama beberapa minggu terakhir untuk suku bunga rendah dan kredit mengalir ke hampir setiap bagian ekonomi. Kemudian untuk membiayai pembelian aset seperti obligasi korporasi yang secara tradisional dihindari , dan untuk mengambil risiko kredit lebih langsung dengan pinjaman ke usaha kecil.

Pekerjaan kebijakan mungkin belum lengkap, pejabat dalam beberapa hari terakhir mengatakan mereka siap untuk melakukan lebih banyak jika pasar pinjaman keuangan, bisnis atau perusahaan lain membutuhkan bantuan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini