JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatatkan neraca dagang Indonesia dengan China masih mengalami defisit pada triwulan pertama ini. Meskipun dalam tiga bulan awal ini China harus lockdown karena pandemi virus corona.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, memang jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka defisit neraca perdagangan Indonesia dengan China pada tahun ini masih lebih rendah. Adapun angka defisit neraca perdagangan Indonesia-China sebesar USD2,94 miliar atau lebih rendah dari kuartal I-2019 yang sebesar USD5,18 miliar.
Baca juga: Mengejutkan, Angka Impor Senjata Meningkat di Tengah Covid-19
“Dengan Tiongkok defisit USD2,9 miliar dengan catatan defisit triwulan I ini lebih kecil dibandingkan defisit Januari-Maret 2019 sebesar USD5,18 miliar," ujarnya dalam teleconfrence, Rabu (15/4/2020)
Menurut Kecuk, kenaikan angka impor ini disebabkan oleh cepatnya pemulihan dan penanganan virus corona di China. Sehingga para pelaku idsutri pun bisa kembali berporduksi.