Menko Luhut: Pertama Kalinya, Pembangunan Bandara Disponsori Swasta

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 15 April 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 320 2199744 menko-luhut-pertama-kalinya-pembangunan-bandara-disponsori-swasta-uixbwThbvf.jpg Ilustrasi Proyek Bandara. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menko Marves Luhut B. Pandjaitan meresmikan secara virtual Pencanangan Pembangunan Bandar Udara Internasional Kediri di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, hari ini. Pembangunan Bandara Baru Kediri ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“2 tahun yang lalu proyek ini direncanakan, dan berjalan cukup panjang, ini adalah hal yang bersejarah untuk Indonesia, untuk pertama kalinya pembangunan bandara yang disponsori oleh swasta. Walaupun dengan adanya wabah Covid-19, sesuai arahan Presiden, harus tetap optimis, harus kerja keras, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan," jelas Menko Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2020).

Baca Juga: Dampak PSBB Jakarta pada Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma

Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited, sesuai dengan Perpres Nomor 38 Tahun 2015 dan Permenhub Nomor 58 Tahun 2018. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Angkasa Pura I (Persero) dengan PT Gudang Garam Tbk untuk proyek bandara telah dilakukan pada Selasa, 10 Maret 2020 lalu, dengan bentuk kerja sama Build Operate Transfer (BOT) dalam kurun waktu sesuai perjanjian konsesi.

Menko Luhut mengatakan bahwa Bandara Baru Kediri ini akan meningkatkan persaingan nasional dan konektivitas Kediri.

“Dengan jumlah penduduk di provinsi Jawa Timur kurang lebih 40jt orang, Bandara Baru Kediri ini sangat berpengaruh sekali, terlebih lagi bandara ini akan berstatus internasional juga, akan dapat membantu koordinir haji untuk daerah Selatan Jawa Timur. Menurut saya Bandara Baru Kediri ini sangat paten, dari desainnya first class," tambah Menko Luhut.

Seperti diketahui, Bandara Internasional Kediri ini akan mampu menampung 1,5 juta pengguna (penumpang) per tahun di awal pengoperasiannya, dan akan terus meningkat hingga 10 juta orang per tahun di tahap ultimate. Bandara ini juga akan dilengkapi landas pacu sepanjang 3.300 meter, sehingga dapat melayani pesawat badan lebar kelas 4E untuk rute penerbangan domestik dan internasional. Bandara Internasional Kediri ini juga diperuntukkan melayani keperluan ibadah haji dan umroh, hingga memudahkan keberangkatan jamaah haji dari beberapa daerah di wilayah Selatan, Jawa Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini