Cerita Sri Mulyani soal Optimisme Neraca Perdagangan Jadi Buruk akibat Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 20 2200636 cerita-sri-mulyani-soal-optimisme-neraca-perdagangan-jadi-buruk-akibat-covid-19-HjBaHjKK9O.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memulai tahun ini dengan optimisme yang tinggi, di mana neraca perdagangan Indonesia akan terus meninggat. Namun semua ini hanya berjalan 3 bulan pertama, ekspor dan impor Indonesia dalam keadaan menurun sejak virus corona masuk.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan, kinerja ekspor bila di lihat data Januari hingga akhir 2019 terus menerus kontraktif. Namun pada Januari 2020, bahkan mulai Desember 2019 pertumbuhannya sempat positif growt.

Maka dari itu, pemerintah pun menetapkan outlook ekonomi 2020 dengan cukup optimis. Ditambah lagi sentimen positif bahwa Amerika Serikat dan China melakukan kesepahaman dan pengurangan kenaikan tarif.

Baca Juga: Neraca Dagang RI dengan China Defisit USD2,94 Miliar tapi Surplus Lawan AS

"Namun kemudian begitu lepas Februari 2020, di mana ekspor sempat melonjak 11%. Maret menunjukan tren negatif. Jadi kita sempat optimis pada Desember, Januari, Februari dan terjadi pembelokan pada Maret ini," ujarnya, dalam telekonferensi, Jumat (17/4/2020).

Sedangkan sisi impor, kata Sri Mulyani, pergerakannya konstan. Namun sempat ada harapan saat terjadi negatif growt di 2019, di mana sektor produksi mulai menunjukan tanda-tanda untuk positif. Dengan catatat pada Maret, impor negativ 0,7%.

"Namun tanda sampai April mulai terjadi pembelokan. Jadi ekspor dan impor kita menunjukan bahwa perbaikan sempat terjadi di bulan pertama 2020 kemudian berbelok terjadi pemburukan," ungkapnya.

Neraca perdagangan pada Maret 2020 juga surplus. Hal itu menggambarkan baik dari sisi ekspor terutama migas masih negatif dan untuk non migas positif.

"Namun dari sisi growt sebetulnya kita belum memiliki kehati-hatian justru meningkat. Ini jadi tone atau tema kita akan terus diperhatikan di dalam mengelola APBN mulai Maret, April," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini