JAKARTA - Bank Indonesia meyakini aliran modal asing mulai masuk (inflow) saat covid-19 mereda. Bahkan inflow diyakini berlangsung pada periode yang lama.
"Dalam periode covid-19 terjadi outflow setelaah ini kami yakin covid-19 mereda akan terjadi inflow yang lebih besar dalam periode yang lebih lama," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Jumat (17/4/2020).
Baca Juga: Cegah Penularan Covid-19, BI Gencarkan Transaksi Nontunai
Derasnya aliran modal yang masuk, kata Perry, menjadi dasar Rupiah akan lebih stabil cenderung menguat. BI memandang Rupiah akan bergerak ke level Rp15.000 per USD hingga akhir tahun.
"Kalau dilihat secara historis, pada periode misal dari 2011 sampai kemarin 2019 bahwa data itu menunjukkan outflow yang terjadi kecil dan dalam waktu pendek dan akan diikuti inflow dalam jumlah besar dan periode panjang," ucapnya.
Baca Juga: Bos BI Hati-Hati Keluarkan Kebijakan Hadapi Covid-19
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, aliran modal asing masih terus keluar (capital outflow) hingga awal April 2020. Bahkan, saat ini sudah Rp156,3 triliun aliran modal asing yang keluar akibat virus corona.