“Saya masih melihat kecenderungan surplus ini baik di bulan April atau Mei karena memang ada penurunan import barang baku, industri kita saat ini melambat, maka permintaan akan bahan baku, juga melambat. Itu sebetulnya buka berita bagus kalau kita lihat ini bisa menganggu ekspor,” kata Fithra.
Pemerintah pasti sudah cukup antisipatif dengan melakukan relaksasi kebutuhan import, terutama import bahan baku kebutuhan industri yang memang dibutuhkan untuk melakukan proses produksi kemudian diimpor lagi.
Jadi di sisi lain dia melihat China dari negara tujuan ekspor masih mendominan dan kecenderungan permintaannya ekspornya meningkat. Hal ini memperlihatkan bahwa China dalam proses recovery.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.