8.954 Desa Telah Siapkan Ruang Isolasi untuk Pemudik

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 19 April 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 19 320 2201580 8-954-desa-telah-siapkan-ruang-isolasi-untuk-pemudik-ZaafvHAdQJ.jpg Tenaga Medis (reuters)

JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus memantau pergerakan relawan desa. Di mana, relawan tersebut untuk meredam penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa ruang isolasi sudah mulai berdiri di berbagai desa. Hal ini dalam mengantisipasi pergerakan warga masuk ke desa, terutama dari para pemudik.

 Baca juga: Dana Desa untuk Penanganan Covid-19 Sudah Bisa Dicairkan

"Desa yang menyediakan ruang isolasi untuk kepentingan ODP yang datang ke desa dengan segala fasilitas tersedia ada 8.954 desa," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Minggu (19/4/2020).

Dirinya mengatakan bahwa dari 8.954 desa tersebut, ruang isolasi menyediakan 35.000 tempat tidur di berbagai daerah. Adapun fasilitas yang digunakan dari Sekolah hingga Kantor Kepala Desa.

 Baca juga: Pemda Tak Mau Realokasi Anggaran untuk Corona, Transfer DAU Bakal Ditunda

"Dari 8.954 desa, itu telah menangani 24.519 ODP," ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, aktivitas desa dinilai sudah cukup bagus untuk mempersiapkan diri. Hal ini guna menuju desa mandiri dalam pencegahan covid-19.

Seperti diketahui, Kepala Dishub Jabar, Hery Antasari mengatakan, mereka yang mudik berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

"Ini pendataan belum kita lakukan secara intents. Kalau total data dari daerah hampir 200 ribu pemudik," kata Hery, Rabu 8 April 2020.

Sementara itu, Ribuan pemudik dari berbagai kota termasuk Jabodetabek telah memasuki wilayah Jawa Tengah. Semua pihak termasuk pengurus RT/RW diminta turut terlibat untuk memantau setiap pendatang lantaran covid-19 atau virus corona tengah mewabah.

“Saya mencermati pergerakan saudara-saudara kita yang mempercepat mudik ke kampung halaman. Kemarin kita tahu ada 80 bus membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu 25 Maret 2020.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini