Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Kartu Pra-Kerja Dinilai Mubazir, Ini Kata Pemerintah

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 20 April 2020 |21:00 WIB
Program Kartu Pra-Kerja Dinilai Mubazir, Ini Kata Pemerintah
Kartu Prakerja (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Program kartu prakerja yang dicanangkan pemerintah menuai banyak kritikan dari beberapa pihak. Sebab, kartu prakerja yang dikeluarkan pemerintah ini hanya menghambur-hamburkan uang negara tanpa mendapatkan hasil alias mubazir.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, program kartu pra kerja sama sekali tidaklah mubazir. Sebab antara uang yang dikeluarkan dan hasil yang didapatkan tidaklah sebanding.

Baca Juga: Materi Pelatihan Kartu Pra-Kerja Dinilai Tidak Nyambung 

Menurutnya, uang yang dikeluarkan hanya sekitar 5% dari total anggaran pemerintah untuk penanganan pandemi corona (covid-19) yang sebesar Rp405 triliun. Sementara manfaat yang didapat sangat besar karena bisa membantu orang yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat virus corona.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk kesehatan. Selain itu, pemerintah juga membantu masyarakat kurang mampu dengan program bantuan sosial dan kartu sembako.

"Kartu prakerja ini salah satu bagian dari program ini. Ada beberapa program masih desain, berjalan dan prakerja yang jadi perhatian masyarakat. Anggarannya Rp20 triliun kurang dari 5% dari total anggaran yang ditambah untuk respon pandemi," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Senin (20/4/2020).

Panji memastikan uang yang dikeluarkan pemerintah tidak akan sia-sia. Sebab, nantinya penerima kartu prakerja ini akan diberikan pelatihan untuk mengembangkan skillnya.

"Untuk prakerja kami minta masyarakat ikut pelatihan yang sebenarnya dibutuhkan. Kami melihat, bahkan di riset ekonomi menunjukkan, saat ekonomi lesu dan masyarakat punya waktu lebih banyak terutama saat ini di rumah, justru ini saatnya bisa tingkatkan keterampilan, human capital sehingga bisa dijadikan sumber pendapatan baru yang tadinya belum ada keterampilan," jelas Panji.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement