Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nilai Mata Uang Inggris Merosot akibat Peningkatan Kasus Covid-19

Nilai Mata Uang Inggris Merosot akibat Peningkatan Kasus Covid-19
Mata Uang (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pandemi corona telah membekukan aktivitas ekonomi di Inggris. Sama seperti di negara-negara maju lainnya, pembatasan aktivitas dapat memicu resesi ekonomi.

Nilai mata uang Inggris pound sterling menyusut, sementara jumlah kematian total akibat virus corona meningkat. Sejumlah pejabat negara itu mengatakan, terlalu dini untuk membicarakan pelonggaran lockdown.

Pound sterling anjlok 0,3% terhadap dolar dan euro, sehingga masing-masing diperdagangkan pada USD1,24 dan 1,14 euro. Inggris melaporkan tambahan 596 kematian, sehingga jumlah totalnya menembus angka lebih dari 16.000, dilansir dari VOA, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Ekonomi Inggris Bisa Merosot 30% akibat Covid-19

Menteri Kantor Kabinet Michael Gove mengatakan, Inggris tidak sedang mempertimbangkan pencabutan kebijakan lockdown yang diterapkan sejak empat pekan lalu mengingat peningkatan jumlah kematian yang mengkhawatirkan tersebut.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement