Wabah virus corona telah membekukan aktivitas ekonomi di Inggris, seperti halnya di negara-negara maju lainnya, sehingga mendorong para ekonom untuk memperkirakan kemungkinan resesi yang parah. Prediksi ini memicu turunnya nilai pound sterling.
Baca juga: Dari Mana Sumber Kekayaan Kerajaan Inggris? Simak 5 Fakta Ini
Konsorsium Pengecer Inggris memperkirakan, orang-orang Inggris yang pergi berbelanja menurun 83% sejak pemerintah menutup toko-toko eceran tidak esensial bulan lalu untuk memperlambat penyebaran virus corona. Situs properti Rightmove menyatakan, sulit untuk menyusun data harga yang akurat karena jumlah rumah yang diperdagangkan menurun drastis.
Pemerintah Inggris, dengan dukungan Bank of England, telah meluncurkan beberapa paket stimulus untuk mendukung perekonomian. Salah satu langkah terbarunya adalah, Menteri Keuangan Rishi Sunak menggelar skema baru untuk melindungi perusahaan-perusahaan yang berkembang cepat dan inovatif dari keterpurukan ekonomi akibat wabah virus corona.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.