Dari Mana Sumber Kekayaan Kerajaan Inggris? Simak 5 Fakta Ini

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 320 2165156 dari-mana-sumber-kekayaan-kerajaan-inggris-simak-5-fakta-ini-eEqCTlMRgr.jpg Sandringham House (Foto: MSN)

JAKARTA – Sebagai salah satu Kerajaan yang masih aktif di dunia, Kerajaan Inggris tentunya tidak luput dari sorotan. Tidak sedikit pula yang bertanya-tanya mengenai nilai Kerajaan Inggris.

Ratu Elizabeth II yang telah berkuasa selama 68 tahun sejak 6 Februari 1952 ini. Ratu berusia 93 tahun ini memiliki kekayaan bersih sebesar USD442,92 juta atau Rp6,05 triliun (Kurs RP13.662/USD). Kekayaannya ini berasal dari pajak dan dua sumber pendapatan tambahan.

Dapat disebut jika kekayaan Ratu Elizabeth II jauh lebih banyak daripada anggota Keluarga Kerajaan Inggris lainnya, termasuk Duke dan Duchess dari Sussex yang memiliki kekayaan sebesar USD30 juta atau Rp409 miliar.

Namun dari manakah kekayaan Kerajaan Inggris berasal? Berikut ini adalah sumber-sumber kekayaan negara yang keluar dari Eropa, dilansir Business Insider, Jakarta, Jumat (7/2/2020):

Baca Juga: Brexit Dikenakan Biaya Regulator USD42 Juta

1. Sovereign Grant

Setiap tahunnya, Ratu Elizabeth II mendapatkan sejumlah kekayaan dari pembayar pajak yang disebut Sovereign Grant. Sejumlah kekayaan itu berasal dari perbendaharaan dan didanai oleh pembayar pajak.

Terdapat kesepakatan yang sudah lama disetujui yaitu Ratu berhak mendapatkan sejumlah kekayaan sebagai imbalan atas menyerahkan semua keuntungan dari Crown Estate, sebuah perusahaan properti keluarga Kerajaan. Setiap tahun, Ratu Elizabeth II mendapatkan sejumlah uang yang setara dengan 25% keuntungan dari Crown Estate.

Sovereign Grant mengeluarkan uang sebesar USD107,1 juta atau Rp1,46 triliun pada tahun 2019 lalu kepada Ratu. Sebagai informasi, Sovereign Grant membayar untuk perjalanan keluarga, pemeliharaan istana & utilitas, dan gaji pegawai Kerajaan.

Baca Juga: Inggris Siapkan UU Batasi Tarif Energi untuk Rumah Tangga

2. Penghasilan Pribadi

Kekayaan Kerajaan Inggris juga berasal dari Privy Purse, yang merupakan penghasilan pribadi Ratu. Uang itu berasal dari Duchy of Lancaster, sebuah tanah dan aset lainnya yang telah ada di keluarga Kerajaan selama ratusan itu.

Aset ini memiliki nilai sebesar USD715 juta atau Rp9,76 triliun. Sebidang tanah seluar 18.433 hektar ini terdiri dari properti perumahan, komersial, dan pertanian.

Pada tahun 2019, Privy Purse menghasilkan USD27 juta atau Rp368 miliar. Menurut laman Keluarga Kerajaan Inggris, jumlah ini membantu pembiayaan dari Sovereign Grant.

3. Aset Berharga Lainnya

Tidak hanya itu, Ratu juga memiliki aset berharga lainnya yang menambahkan pundi-pundi kekayaan. Seperti memiliki Balmoral dan Sandringham Estates koleksi seni yang besar dan aset berharga lainnya yang telah diturunkan dari raja sebelumnya.

Masih banyak juga nilai aset yang sulit untuk diperkirakan harganya. Seorang pakar keuangan Kerajaan mengatakan kepada The Journal bahwa anggota keluarga Kerajaan adalah "jutawan, bukan miliarder."

Pada 2016, The Sunday Times memperkirakan kekayaan bersih Ratu Elizabeth II sebesar USD442,92 juta atau Rp6,05 triliun.

4. Pangeran Charles Punya Pendapatan Sendiri

Walaupun merupakan putra mahkota, Pangeran Charles juga memiliki pendapatan sendiri. Seperti The Duchy of Cornwall, sejumlah properti milik keluarga Kerajaan, dapat mencakup biaya Pangeran Charles dan ahli warisnya.

Ini berarti William, Kate, Harry, Meghan, serta anak-anaknya mendapatkan aliran dana dari The Duchy of Cornwall. Pangeran Charles diketahui menafkahi kedua pasangan itu sebesar USD6,5 juta atau Rp88 miliar.

Pangeran Charles sendiri mendapatkan USD28,1 juta Rp383 miliar per bulan. Sehingga jika ditotal nilainya sebesar USD1,2 miliar atau Rp16 triliun.

5. Keturunan Kerajaan Dilarang Mendapatkan Uang dari Luar

Sebagai anggota Kerajaan, tentunya segala bentuk pendapatan harusnya berasal dari pendapatan Kerajaan itu sendiri. Tetapi hal ini tidak berlaku lagi bagi Harry dan Meghan.

Keduanya memutuskan untuk tidak lagi menjadi anggota senior dari Kerajaan Inggris. Nantinya Harry dan Meghan berkemungkinan untuk membuat buku atau menjadi motivator untuk menghidupi kehidupan mereka. Adapun soal keamanan mereka akan tetap didanai oleh pajak di Inggris.

Duke dan Duchess kemungkinan akan mulai menerima penawaran membuat buku setelah secara resmi lepas dari pembiayaan Kerajaan Inggris. Penawaran ini kemungkinan mendapatkan uang muka sebesar USD60 juta atau Rp819 miliar.

Joanna Weiss dari The Atlantic memperkirakan pasangan termuda dari Kerajaan Inggris ini akan memanfaatkan akun Instagram mereka @SussexRoyal. Tetapi dirinya berharap jika nantinya Harry dan Meghan tidak meng-endorse barang seperti selebritis Hollywood.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini