BI Serap SBSN Rp1,7 Triliun di Pasar Perdana

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 22 April 2020 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 20 2203342 bi-serap-sbsn-rp1-7-triliun-di-pasar-perdana-hibD7j51m3.jpg Bank Indonesia (Reuters)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) sudah mulai membeli surat utang pemerintah di pasar perdana. Di mana, BI membeli Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) milik pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, BI sebagai noncompetitive bidder telah membeli SBSN sebesar Rp1,7 triliun. Di mana, SBSN tersebut diterbitkan pada 21 April 2020.

 Baca juga: Gubernur BI Beberkan Alasan SBN Indonesia Semakin 'Cantik'

"Dari SBSN, BI noncompetitive-nya Rp1,7 triliun dari dimenangkan kemarin," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Dirinya menjelaskan, SBSN tersebut dilelang dengan besaran Rp7 triliun. Di mana maksimal targetnya adalah Rp14 triliun dengan incoming bit-nya Rp18,8 triliun atau sekira 2,7 kali lipat.

 Baca juga: Pemerintah Terbitkan Surat Utang, Berikut Kata Pakar dan Pelaku Usaha

"Dimenangkan Rp9,98 triliun, BI sebagai noncompetitive bidder itu sekira Rp1,7 triliun seperti itu," ujarnya.

Namun, Perry menekankan,BI membeli SBSN di pasar reguler merupakan last resort. Di mana, BI pun mempunyai batas pembelian surat utang negara tersebut.

"BI jadi last resort, artinya BI lelang reguler seperti kemarin menjadi noncompetitive bit, jumlahnya berapa, kalau SBSN itu maksimal 30% dari target maksimal lelang yang dilakukan pemerintah," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini