Apalagi jika sang bawahan sedang memiliki kinerja yang kurang baik untuk perusahaan karena beberapa alasan. Selain itu, pemimpin juga harus bisa mewakili dan menyampaikan pesannya dengan baik kepada para bawahannya.
"Yang penting kita bisa ini yang membedakan kita koki jago masak dan jago bisnis. Kalau punya bisnis besar how to delagate how to motivate people," ucapnya.
David menegaskan, para pemimpin yang hebat juga jangan hanya mementingkan dirinya sendiri. Apalagi sampai mengorbankan bawahnnya demi pencapaiannya pribadinya.
"Sebenarnya dalam hal orang enggak ada bedanya semuanya sama mau milenial mau generasi Z atau yang lainnya. Gimana kita bisa create teamwork. Jangan menciptakan budaya one man show. Kita harus ciptakan super tim. Jadi semua base on team work jamgan bergantung pada satu orang," ucapnya
Menurut David, semua sifat leadership tersebut bakal terbentuk dengan alamiah sejak usia muda. Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada generasi muda atau yang biasanya disebut generasi milenial agar tidak manja.
"Kadang kadang milenial itu manja sedikit-dikit diomelin langsung resign. Ini sifat sangat harus diubah. Jadi orang tuh tidak boleh manja harus kerja keras. Ini bisa menempa kita. Ini berguna buat masa-masa susah. Seeprti sekarang sedang susah (karena virus corona) kalau yang manja pasti enggak akan survive," kata David.
(Feby Novalius)