Bisnis Kopi Alami Penurunan Penjualan di Tengah Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 320 2203685 bisnis-kopi-alami-penurunan-penjualan-di-tengah-covid-19-qG82eKzSqF.jpeg Kopi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengungkapkan Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Di mana pada 2019, produksi biji kopi Indonesia mencapai 729,1 ribu ton, dengan nilai ekspor produk kopi olahan sebesar USD610,89 juta.

"Industri kecil dan menengah (IKM) kopi tercatat sebanyak 1.204 unit usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan, Industri olahan kopi dewasa ini juga menjadi pemasok bagi munculnya kedai kopi di Indonesia," ujar dia, Kamis (23/4/2020).

Baca Juga: Mentan Janji Akan Bawa Kopi Sumut ke 11 Negara

Dia menjelaskan perkembangan industri kopi olahan di dalam negeri masih sangat menjanjikan. Hal itu seiring konsumsi kopi per kapita masyarakat Indonesia yang relatif masih rendah yaitu sekitar 1,4 kg.

"Jadi kami terus memacu hilirisasi industri kopi lokal yang mengolah biji kopi di dalam negeri. Sehingga meningkatkan nilai tambah produk kopi dan menciptakan IKM yang berdaya saing," ungkap dia.

Baca Juga: RI Jadi Eksportir Terbesar, Begini Caranya Petik Buah Kopi

Dia menambahkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah memberikan dampak bagi IKM. Salah satunya IKM Kopi yang merasakan dampak penurunan penjualan sebanyak 50%-90%.

"Hal tersebut karena pembatasan ruang gerak manusia sehingga cafe, restoran, gerai kopi tutup atau sepi, serta diterapkannya karantina wilayah pada negara-negara tujuan ekspor," tandas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini