Last Resource, BI: Pembelian SBN Tak Timbulkan Inflasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 20 2204739 last-resource-bi-pembelian-sbn-tak-timbulkan-inflasi-hSlnm8b31V.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa Surat Berharga Negara (SBN) yang dibeli di pasar perdana oleh BI tidak akan menimbulkan inflasi. 

Alasannya adalah karena dalam pembiayaan COVID-19 sesuai Perppu No. 1 Tahun 2020, pembelian SBN oleh BI di pasar perdana merupakan tambahan pembiayaan defisit fiskal namun BI sebagai last resource atau pembeli terakhir yang bersifat tidak kompetitif (non competitive bid) jika bank-bank tidak dapat menyerap lagi SBN/SBSN pada lelang reguler.

"Jika lelang reguler tidak mencukupi, BI sebagai last resource artinya BI dalam lelang reguler menjadi non competitive bid. Jumlahnya, kalau SBSN maksimum 30% dari target maksimum lelang yang akan dilakukan pemerintah," jelasnya seperti dikutip laman Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Dia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengupayakan pembiayaan untuk COVID-19 dari sumber yang ada terlebih dahulu yaitu SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran), dana Badan Layanan Umum (BLU), dana dari lembaga keuangan dunia seperti ADB dan World Bank serta penerbitan obligasi global seperti seri RI1030, RI1050, dan RI0470 yang ketiganya bernilai total sebesar USD4,3 miliar.

"Pemerintah akan memaksimalkan dulu sumber-sumber dana yang ada (seperti) dari SiLPA, dana-dana di BLU, pendanaan Asian Development Bank, World Bank dan sebagainya, juga menerbitkan obligasi global," pungkasnya.

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini