JAKARTA - Peserta program kartu pra-kerja akan mendapatkan dana bantuan hingga Rp3,55 juta. Di mana, dana tersebut untuk pelatihan dan juga uang saku kepada para peserta.
Namun, para peserta kartu pra kerja untuk bijaksana dalam menggunakan uang saku kartu pra kerja yang diberikan pemerintah ini. Ada baiknya, para peserta tidak menggunakan uang sakunya untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Dana Bantuan Kartu Pra-Kerja Diharap Bisa Jadi Modal Usaha
Asisten Deputi Ketanagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yulius mengatakan, para peserta Kartu Pra Kerja yang telah mengikuti pelatihan tidak akan dilepas bebas. Pemerintah akan terus memantau perkembangan peserta setelah mengikuti pelatihan dari Kartu Pra Kerja.
"Kita akan membina dan kita akan memonitor terus dengan meminta mereka mengisi kuesioner yang kita berikan setelah pelatihan," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Selasa (28/4/2020).
Baca juga: Kartu Pra-Kerja Sudah Diserbu 8 Juta Pendaftar
Nantinya, pemerintah akan melihat para peserta tersebut setelah pelatihan akan berkegiatan seperti apa. Serta bagaimana keuntungan kartu pra kerja tersebut.
"Kita akan melihat sebenarnya orang ini setelah pelatihan ngapain sih? Dapat bekerja atau tidak? Kalau dia bekerja apakah cocok antara pelatihan yang diberikan dengan pekerjaan saat ini? Setelah itu bagaimana perilakunya setelah bekerja dan lainnya," jelasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.