Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkop Usul 5,1 Juta UMKM Terima Bansos

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 29 April 2020 |19:48 WIB
Menkop Usul 5,1 Juta UMKM Terima Bansos
Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan stimulus agar pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat bertahan di tengah pandemi corona atau covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah telah memberikan stimulus ekonomi bagi mereka yang terdampak.

Jokowi mengatakan ada lima skema besar dalam program perlindungan dan pemulihan ekonomi UMKM. Pertama, pelaku UMKM yang masuk kategori miskin dan rentan harus dipastikan menjadi penerima bantuan sosial (bansos).

Baca Juga: Pengusaha Ultra Mikro yang Tidak Terjangkau Perbankan Bakal Diberikan Program Khusus

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, ada 5 juta pelaku UMKM yang akan menerima bansos. Data tersebut didapatkan dari UMKM yang mengikuti program Mekaar di PMN.

"Yang nerima bansos BLT3 juta jadi masih banyak yang belum terdata detail, penambahan ini belum selesai tapi setidaknya kami usulkan dapat data dari PMN ada sekitar 5,1 juta penerima Mekaar yang belum masuk bansos," kata Teten dalam telekonferensi, Rabu (29/4/2020).

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD

Teten mengaku sudah mengusulkan sebagian dari 5,1 juta peserta Mekaar mendaftar kartu pra-kerja. Sebab, selama masa pandemi covid-19 ini, fungsi kartu pra-kerja dialihkan sebagai semi bansos.

"Bansos kan selain BLT ada pra-kerja, dana desa yang di BLT kan, intinya kami Kemenkop sedang usahakan ultra mikro yang enggak ada pendapatan, nanti jika ada pembiayaan mereka juga butuhkna bantuan lain," tukasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement