JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat banyak pekerja yang dirumahkan dan juga terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sudah lebih dari 1 juta pekerja baik dari formal maupun informal yang terkena PHK dan dirumahkan oleh perusahaan karena virus corona.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nantinya para pekerja yang terkena korban PHK ini akan dimasukan ke dalam program kartu pra kerja. Nantinya para korban PHK ini akan diutamakan untuk mengisi program kartu pra kerja.
Nantinya, realisasi ini akan dilakukan secara bertahap dan akan dikordinasikan dengan baik agar tidak ada pihak yang dirugikan. Mengingat saat ini sudah ada 8 juta pelamar yang menginginkan kartu pra kerja.
"Mereka yang di PHK dan dirumahkan ini akan dimasukan ke dalam program kartu pra kerja secara bertahap bergelombang dalam 4-5 minggu ke depan," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (30/4/2020).
Airlangga menjelaskan, nantinya jenis pelatihan yang akan dilakukan adalah lewat online menyusul adanya pandemi virus corona. Namun setelah pandemi ini berakhir, pelatihan akan kembali dilakukan secara offline atau tatap muka langsung.
"Tidak benar seluruh paket pelatihan itu ditumpahkan ke platform tersebut karena itu jumlah rata-rata terpakai per hari ini gelombang pertama adalah rata-rata Rp500 ribu, tentu kita lihat begitu jumlah membesar dari segi pasar akan turun," kata Airlangga.
Sebagai informasi, pemerintah telah membuka pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang pertama pada 11-16 April 2020. Tercatat sebanyak 5.965.048 pengguna (user) yang melakukan pendaftaran program Kartu Prakerja tahap I dengan 4,428 juta pendaftar terverifikasi melalui email.
