Fakta Satgas DPR Impor Jamu dari China, untuk Bantuan atau Komersil?

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 320 2208305 fakta-satgas-dpr-impor-jamu-dari-china-untuk-bantuan-atau-komersil-y46NmFAtKR.jpg Jamu (shutterstock)

JAKARTA - Jamu telah menjadi obat tradisional yang sering diproduksi oleh warga Indonesia. Apalagi, banyak jenis tanaman yang dapat dijadikan jamu untuk mengembangkan industrinya.

Namun, baru-baru ini terdengar kabar mengenai langkah Satgas DPR RI yang mengimpor jamu untuk menyembuhkan pasien pandemi Virus Corona atau Covid-19. Hal tersebut membuat industri jamu dalam negeri merasa kecewa akan langkah tersebut.

 Baca juga: Asosiasi Pertanyakan Jamu Impor dari China ke Satgas DPR

Kekecewaan tersebut dikarenakan industri dalam negeri dinilai tidak didukung. Oleh sebab itu,Jakarta, Minggu (3/5/2020), ini fakta-fakta soal impor jamu dari China yang dilakukan Satgas DPR RI:

 

1. Pengusaha Jamu Mempertanyakan Langkah Satgas DPR RI Impor Jamu dari China

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Dwi Ranni Pertiwi mempertanyakan langkah Satgas DPR RI yang mengimpor jamu untuk menyembuhkan pasien pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu dia sampaikan pada rapat virtual bersama Komisi VI DPR RI terkait dampak Covid-19. Menurutnya apabila dilihat dari komposisinya, produsen jamu di Indonesia juga bisa membuat jamu tersebut.

"Jadi, mohon itu masalah bisa dikoreksi. Saya kecewa, jamu kami tidak didukung. Kenapa satgas DPR RI bisa mengimpor jamu? Itu yang saya pertanyakan," ujar dia.

 Baca juga: Soal Impor Jamu dari China, Ini Jawaban Satgas DPR

2. Jamu Impor dari China Belum Teruji Sembuhkan Pasien Covid-19

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr Inggrid Tania menyebut, jamu yang dibicarakan itu belum teruji secara klinis mampu menyembuhkan pasien Covid-19.

"Namun sudah banyak testimoni di media massa yang menyatakan dapat sembuh dari virus asal Wuhan, China itu berkat jamu produksi dalam negeri tersebut," ungkap dia.

3. Satgas DPR Sebut Jamu China Berbahan Baku Mayoritas dari Indonesia

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus anggota Satgas Covid-19 DPR RI Andre Rosiade menyebut pihaknya mengakui telah membagi-bagikan obat tradisional impor dari China secara gratis. Namun, obat itu jumlahnya hanya sedikit dibandingkan produk lokal yang juga dibagikan ke masyarakat.

"Jadi, obat itu, dari 15 bahan jamu, dari 13 bahan ada di Indonesia, hanya 2 yang diimpor dari China. Pertanyaan kenapa direkomendasikan? Sebab herbal fit ini teruji," ujar dia.

4. Jamu dari China Bukan untuk Komersial

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus anggota Satgas Covid-19 DPR RI Andre Rosiade menceritakan ada salah satu pimpinan DPR dan enam keluarganya terpapar Covid-19 dan mereka sembuh. "Sehingga dia bernazar bantu pasien Covid-19 dengan memberikan obat tersebut," jelas dia.

Pihaknya menegaskan, jamu impor dari China tersebut tidak untuk dikomersialkan di Indonesia.

"Maka itu tidak ada komersial. Apabila ada masukan silahkan diskusi, silakan Komisi IX banyak bidangi satgas, dan lain-lain. Tapi jangan sampai Ibu, mohon maaf menyerang satgas ini. Jangan kami diserang. Dan ini aksi spontanitas untuk bantu masyarakat," ungkap dia.

5. Satgas DPR Sebut Jamu dari China untuk Dibagikan Gratis

Deputi Hukum dan Advokasi Satgas Lawan Covid-19 DPR, Habiburokhman menerangkan jamu herbal, Herbavid19 yang dibagikan ke rumah sakit secara gratis bukanlah impor dari China.

“Tidak benar jika obat herbal disebut impor dari China,” kata Habiburokhman.

Habiburokhman mengatakan, Herbavid19 adalah obat herbal yang juga dibuat di Indonesia dan diproduksi oleh orang indonesia. Menurutnya bahan Herbavid19 terdapat 11 jenis, di mana delapan jenis ada di Indonesia dan tiga jenis impor dari China.

“Karena memang tidak ada di Indonesia. Tiga bahan obat tersebut harus digunakan, karena mengacu kepada publikasi jurnal ilmiah internasional untuk obati covid-19, meramu obat herbal itu harus ada dasar ilmiahnya,” tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini