Harga Bahan Olahan Karet Anjlok, Bagaimana Nasib Petani?

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 08 Mei 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 320 2211028 harga-bahan-olahan-karet-anjlok-bagaimana-nasib-petani-0oUx8uixVR.jpg Karet (Foto: Reuters)

JAKARTA – Petani karet ikut terkena dampak pandemi virus corona. Pasalnya, harga bahan olah karet (Bokar) terus mengalami penurunan. Penurunan harga yang terjadi berkisar antara Rp3.000 – Rp3.500 per kg.

Sebelum covid-19 melanda, harga bokar di tingkat petani ditentukan oleh Kandungan Kadar Karer Kering (K3). Bokar dg K3 50% berkisar antara Rp8.000 – Rp8.500, kini harga bokar di tingkat petani yg umumnya bergabung dalam kelembagaan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) hanya berkisar antara Rp5000 – Rp5.500 per kg. Bokar yang dihasilkan petani karet non UPPB yg jauh K3 di bawah 50% bisa lebih rendah lagi.

Baca juga: Menristek Diminta Lakukan Penelitian Karet Jadi Bahan Bakar

Harga bokar dengan K3 di atas 60% saat ini berada pada harga Rp10.500. Turunnya harga bokar petani disebabkan adanya pandemi covid 19 pabrik crumb rubber membatasi pembelian bokar, yang disebabkan penjualan bokar ke luar negeri mengalami penurunan sehingga gudang-gudang pada umumnya telah penuh dengan stok bokar yang mengendap dan belum bisa dijual.

Dampak dari wabah covid-19 tersebut turut menimpa kebun karet yang ada di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, namun petani bokar tetap tegar.

Baca juga: Petani Tidak Rugi Kalau Karet dan Bijinya Dijadikan Bahan Baku BBN

“Di tengah kondisi yang menghimpit petani ini, UPPB masih tetap bergerak untuk mengembangkan bokar petani, masih tetap eksis dan konsiten membeli bokar petani,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2020)

Salah satunya, Lanjut Kasdi, yaitu UPPB Karya Tani yang ada di Desa Kebun Raya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

UPPB ini didirikan pada 29 September 2014, dan sampai dengan saat ini tetap eksis mengembangkan pemasaran bokar petani ke pabrik crumb rubber. UPPB telah ter-registrasi dengan nomor STR-UPPB: 16-05-1114-0001 dan SKT Nomor: 00-11-01/00443/V/2016. Dimana UPPB ini diketuai oleh Agus Kharison.

Di tengah kondisi pandemi covid-19 ini Agus menyatakan bahwa dirinya dan pengurus UPPB Karya Tani tetap semangat dan tidak putus asa untuk dapat memasarkan bokar anggotanya. “Kami tetap semangat, meski harga turun, namun bokar harus tetap dibeli oleh UPPB dan dijual ke pabrik crumb rubber agar petani bisa tetap meyadap karetnya”, ujar Ketua UPPB Karya Tani Desa Kebun Raya Agus Kharison.

Penyetoran bokar ke pabrik crumb rubber tidak hanya sebatas pabrik di Kalimantan Selatan, namun hingga ke Kalimantan Tengah. “Pokoknya kami akan kejar dimana ada pabrik crumb rubber yang bisa menampung bokar kami," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu sentra karet di Indonesia. Jumlah luas areal karet yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019 seluas 191.885 Ha dengan produksi sebanyak 10.467 Ton, sedangkan jumlah UPPB yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sebanyak 133 UPPB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini