43% UMKM Tutup Akibat Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 320 2216489 43-umkm-tutup-akibat-covid-19-os5Ztpc3US.jpg Produk UMKM (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM mencatat 43% UMKM berhenti beroperasi akibat pandemi virus corona atau Covid-19 pada April 2020.

Sedangkan survei dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, hampir sama yaknk 47% UMKM di Jawa Barat sudah berhenti. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada diskusi secara virtual di Jakarta.

"Kalau dirata-ratakan dengan survei lain 40% UMKM akan berhenti. Kita tahu 99% pelaku usaha Indonesia UMKM, dan yang mayoritas itu mikro dan ultra mikro yang mencapai 98%," ujar dia, Selasa (19/5/2020).

Baca Juga: Sempat Putus Asa, UMKM Souvenir di Manado Ini Berhasil Bertahan Hidup

Menurut dia, tertekannya UMKM ini berbeda dengan krisis ekonomi tahun 1998. Di mana ada dua sisi yang terdampak, yakni sisi supply dan demand.

"Walaupun kita tahu konsumsi sudah disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani turun tinggal 2,7% dan investasi juga tinggal 1,7%. Jadi saya kira tepat sekali, sebenarnya kalau mau menyelesaikan masalah ini, dengan mengaddress UMKM," ungkap dia.

Baca Juga: Sederet Cara Pelaku UMKM Bisa Naik Kelas di Tengah Pandemi Covid-19

Kemudian, lanjut dia, UMKM merupakan mayoritas pelaku usaha di Indonesia dengan penyerapan angka tenagakerjaan 97% dan bagikan ke PDB 60%. Walaupun demikian ada sebagian UMKM yang juga cukup memaparkan peluang ini melakukan inovasi mereka di tengah Covid-19.

"Seperti memproduksi beberapa barang dan kebutuhan yang sedang tumbuh. Misalnya kebutuhan bahan pokok, makanan, APD, itu semua meningkat luar biasa," tandas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini