Klaim Pengangguran Inggris Melonjak Imbas Covid-19, Tertinggi Sejak 1996

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 320 2216537 klaim-pengangguran-inggris-melonjak-imbas-covid-19-tertinggi-sejak-1996-WOd951hwjQ.jpg PHK (Shutterstock)

JAKARTA - Klaim tunjangan pengangguran April di Inggris melonjak ke level tertingginya sejak 1996. Hal ini dikarenakan adanya imbas wabah Corona atau Covid-19.

Melansir Reuters, Jakarta, Selasa (19/5/2020), jumlah penuntut klaim pengangguran naik 856.500 orang atau naik 69% ke 2,097 juta. Besaran tersebut dibandingkan bulan ke bulan.

 Bacajuga: Nilai Mata Uang Inggris Merosot akibat Peningkatan Kasus Covid-19

Sebelumnya, survei Reuters dari para ekonom telah menghasilkan perkiraan lompatan 676.500 orang yang menuntut tunjangan pengangguran. Di mana, perkiraannya hingga setinggi 1,5 juta.

Lonjakan diprediksi akan lebih tajam jika tak ada progra pemerintah untuk membayar 80% dari upah pekerja yang dibehentikan sementara.

"Meskipun hanya mencakup minggu-minggu pertama pembatasan, angka kami menunjukkan COVID-19 memiliki dampak besar pada pasar tenaga kerja," kata Deputi Statistik Nasional ONS, Jonathan Athow.

 Baca juga: Ekonomi Inggris 2020 Akan Merosot Lebih Dalam Dibandingkan Krisis 2008

Data eksperimental untuk pekerjaan pada bulan April, berdasarkan angka pajak, menunjukkan jumlah orang di daftar gaji perusahaan turun 1,6% dari bulan Maret dan 1,2% lebih rendah dari tahun sebelumnya.

"Kekosongan juga turun tajam, dengan keramahan lagi jatuh curam," kata Athow.

ONS mengatakan tingkat pengangguran Inggris turun menjadi 3,9% pada periode Januari-Maret. Hanya mencakup satu minggu dari penutupan, dari 4,0% dalam tiga bulan hingga Februari.

 Baca juga: Menteri Keuangan Inggris Mendadak Mengundurkan Diri

Ketenagakerjaan tumbuh sebesar 211.000 dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan pekerjaan sebesar 50.000 dalam jajak pendapat Reuters.

Tingkat pengangguran Inggris bisa mencapai 10% dalam periode April-Juni, para peramal anggaran negara mengatakan, bahkan dengan jutaan pekerja dilindungi oleh skema pemerintah untuk membayar upah mereka sementara mereka hanya diberhentikan sementara.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini