nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Lebaran, Masyarakat yang Keluar Kota Tetap Wajib Kantongi Surat Bebas Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 11:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2217887 pasca-lebaran-masyarakat-yang-keluar-kota-tetap-wajib-kantongi-surat-bebas-covid-19-ZLeOcnYqKb.jpg Surat Kesehatan (Foto: Okezone)

JAKARTA - untuk mPemerintah akan kembali menerapkan protokol kesehatan yag ketat saat arus balik Lebaran encegah penyebaran virus corona. Protokol yang dimaksud adalah masyarakat yang ingin berpergian harus menyertakan surat sehat bebas covid-19

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Pemenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi untuk Mencegah Penyebaran Covid-19, Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga: Modus Travel Ilegal, Tawarkan Tiket lewat Media Sosial 

Dalam aturan tersebut, masyarakat yang ingin berpergian ke luar kota harus melengkapi berbagai dokumen. Misalnya surat bebas covid-19, kemudian surat tugas (jika keperluan bisnis) hingga surat kematian (jika keluarga inti meninggal dunia).

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, aturan tersebut semula akan berakhir pada 31 Mei mendatang. Namun menurutnya, aturan tersebut bisa diperpanjang jika memang diperlukan.

"Aturan itu berlaku sampai 31 Mei dan bisa saja diperpanjang," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga: 2.225 Orang Gagal Mudik dari Jabodetabek

Menurut Adita, perpanjangan tersebut nantinya akan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Namun perpanjangan tersebut nantinya akan mengikuti arahan dari Gugus Tugas Covid-19 sebagai leadernya.

"Nanti yang akan lead (memimpin) dari gugus tugas," ucapnya.

Sebelumnya, Adita menyebut Kementerian Perhubungan akan melakukan pada larnagna mudik. Dalam pengetatan aturan larangan mudik ini nantinya akan ada tiga fase yang dijalankan.

Fase pertama sudah berlangsung sejak 18 Mei dan akan berakhir pada 23 Mei mendatang. Pada fase ini, aturan yang diberlakukan seperti yang dikeluarkan pemerintah akan diterapkan secara tegas.

Selain itu, jalan-jalan alternatif atau jalan kecil yang berpotensi digunakan sebagai jalur tikus juga akan dijaga ketat oleh kepolisian. Menurut Adit, untuk bis yang boleh bepergian mengangkut penumpang tetap mengacu pada syarat dan ketentuan yang sudah diterbitkan sebelumnya.

Lalu fase selanjutnya akan dilakukan pada puncak lebaran yakni pada 24-25 Mei 2020 mendatang. Pada fase ini, langkah-langkah yang diterapkan di fase pertama tetap diberlakukan.

Pada fase ini, pemerintah akan mengawasi betul untuk rute-rute jarak pendek. Salah satu contohnya adalah untuk rute Jakarta-Cirebon, maupun Jakarta-Kuningan

"Ini nanti akan ada tindakan tegas penyekatan perjalanan jarak pendek seperti Jakarta-Cirebon, Jakarta-Kuningan, Jakarta- Brebes, Jakarta-Bandung. Kendaraan yang memaksa mudik akan dikeluarkan di tol KM 31," jelas Adita.

Terakhir adalah fase 3, yakni fase pasca Lebaran. Pada prinsipnya, protokol yang berlaku di fase sebelumnya tetap akan diberlakukan lagi, namun pada fase ini, pemerintah akan lebih fokus pada penanganan arus balik.

"Itu juga sama akan dilakukan penguatan personel TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, Jasa Marga untuk penyekatan lalu lintas keluar masuk Jabodetabek, kemudian kendaraan juga akan disemprot desinfektan yang akan masuk ke Jakarta. Lalu rest area juga akan diatur, bekerja sama dengan pengelola jalan tol serta akan standby juga kendaraan kendaraan derek," kata Adita.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini