Panduan Kerja New Normal Terbit, 100% Seluruh Karyawan Langsung Masuk ke Kantor?

Selasa 26 Mei 2020 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 320 2219577 panduan-kerja-new-normal-terbit-100-seluruh-karyawan-langsung-masuk-ke-kantor-np4B3k4EPB.jpg Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Dalam waktu dekat, pegawai kantoran akan kembali masuk ke kantor setelah sebelumnya bekerja dari rumah (work from home).

Apalagi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah merilis Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Baca Juga: Kerja Shift Malam Diutamakan Pekerja di Bawah 50 Tahun

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Agung Pambudi mengatakan perusahan tidak akan mungkin mewajibkan semua pegawai hadir dalam waktu dekat.

"Saya rasa akan berangsur-angsur, tidak bisa langsung 100% semua karyawan masuk. Bisa dengan pengaturan sif, bisa kerja dari rumah. Tapi di akhir tahun dan kondisi Covid berkurang, itu baru memungkinkan," katanya seperti dikutip BBC Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Selain itu Agung menambahkan, banyak perusahan telah membentuk dan memberlakukan protokol kesehatan bagi para pegawainya, mulai dari aturan dasar seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak hingga deklarasi kesehatan.

"Jadi pegawai mengisi deklarasi kesehatan tiap masuk kerja, apakah suhunya panas, batuk, demam. Jika tidak maka dianggap tidak melaksanakan tugas dan berpengaruh pada penilaian kinerja bahkan dikategorikan tidak masuk kerja," kata Agung.

Baca Juga: Aturan Kerja New Normal, Apa Kata Pengusaha?

Belum ada data resmi berapa jumlah perkantoran hingga pabrik yang menghentikan sistem kerja dari rumah.

Pada 15 Mei lalu, Presiden Joko Widodo juga sudah menyinggung tentang pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai tatatan kehidupan baru.

"Kebutuhan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini