“Artinya ada angka PDB tertentu yang tidak kita peroleh pajaknya. Kita mendorong perubahan struktural atas pengelolaan fiskal pemerintah, terutama pentingnya fiscal sustainability analysis (FSA) untuk segera disusun,” jelasnya b
Oleh karena itu, Kamrussamad juga meminta agar penyerapan anggaran dilakukan dengan benar. Dirinya ingin agar anggaran ini bisa tepat sasaran dengan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita juga mempertanyakan Penyerapan anggaran kesehatan senilai Rp70 triliun dan Insentif untuk UMKM & Pemulihan ekonomi senilai Rp270 triliun. Apakah sepenuhnya Sudah terserap dan bagaimana mekanisme pelaksanaannya? Apakah sudah efektif, tepat sasaran serta mampu menggerakkan sektoril?,” kata Kamrussamad.
Dirinya menambahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati perlu menghitung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)-nya dengan benar. Sebab, dalam satu bulan saja, sudah dua kalo dilakukan postur dalam APBN.
“Kita Sudah ingatkan agar memiliki data yang terintegrasi sebagai basis Pengambilan keputusan supaya tidak premature dalam menyusun postur APBN,” jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)