JAKARTA - Australia telah membuka kembali pusat-pusat perbelanjaan hingga restoran dan kafe. Namun, implementasinya masih perlu banyak yang diperbaiki, terutama social distancing.
Pakar epidemiologi Profesor Mary-Louise McLaws mengatakan sangat sulit untuk mempraktekkan jarak sosial di pusat-pusat perbelanjaan yang sibuk.
Baca juga: Mal di Indonesia Buka 5 Juni, Intip Pelaksanaan di Australia
Artinya, virus akan lebih mudah menyebar di sini. "Kita belum lama mempraktekkan jarak sosial yang aman, sehingga belum menjadi norma sosial," kata pakar dari University of New South Wales ini mengutip ABC.net, Jakarta, Rabu (27/6/2020).