Alasan Penghentian Layanan Bus AKAP Diperpanjang

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 01 Juni 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 01 320 2222774 alasan-penghentian-layanan-bus-akap-diperpanjang-QelsIF1TKZ.jpg Bus (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memperpanjang masa penghentian sementara pelayanan bus antara kota antar provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal di Wilayah Jabodetabek hingga 7 Juni 2020 dari sebelumnya tanggal 31 Mei.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 116 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga: Penghentian Layanan Bus AKAP dan AKDP Diperpanjang hingga 7 Juni 2020

Kepala BPTJ Polana Pramesti mengatakan, perpanjangan penghentian layanan sementara pelayanan ini diharapkan dapat menghambat pergerakan orang yang bermaksud balik atau masuk ke wilayah Jabodetabek. Sebab menurutnya, jika tak diantisipasi, berpotensi dapat kembali menyebarkan penyakit covid-19, mengingat seluruh wilayah Jabodetabek masih menerapkan PSBB.

“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat yang terlanjur mudik keluar Jabodetabek untuk menunda terlebih dahulu perjalanan kembali ke Jabodetabek,” ujarnya mengutip keterangan tertulis, Senin (1/6/2020).

Terkait dengan layanan angkutan perkotaan dan lintas antar wilayah di Jabodetabek, Polana kembali menjelaskan bahwa perpanjangan penghentian operasi pelayanan ini tidak berlaku. Sebab, operasional angkuta perkotaan dan lintas wilayah di dalam Jabodetabek masih tetap beroperasi sejak 24 April hingga 25 Mei lalu.

Baca Juga: Pelayanan Bus AKAP dan AKDP di Jabodetabek Dihentikan

“Bus yang melayani rute Terminal Baranangsiang Bogor ke Bekasi itu tetap beroperasi, namun harus menjalankan protokol kesehatan terkait covid-19,” jelasnya Polana.

Namun demikian Polana tetap meminta masyarakat untuk tetap dapat tinggal di rumah. Langkah ini dilakukan untuk memutus penyebaran virus corona. Menurut Polana, ibadah puasa ramadhan sebulan penuh kemarin telah memberikan latihan bagaimana menahan diri dapat menjadi bekal untuk mengendalikan diri dengan tidak berpergian ke tempat-tempat keramaian yang beresiko dapat menyebarkan covid-19.

“Jika tidak ada kepentingan mendesak, tahan dulu keinginan untuk berpergian keluar rumah termasuk ke tempat-tempat wisata,” kata Polana.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini