JAKARTA - Nasib toko-toko di Amerika Serikat (AS) bagai jatuh tertimpa tangga. Di tengah terpukulnya usaha akibat pandemi Covid-19, penjarahan terhadap toko-toko pun tak terhindarkan.
Unjuk rasa yang berujung pada kekerasan dan penjarahan berlangsung di Minnesota, New York, Chicago, Los Angeles. Para pengunjuk rasa menjarah toko-toko dan mengambil barang-barang mereka.

Akibatnya Walmart menutup beberapa toko di Minneapolis dan Atlanta setelah unjuk rasa pada Jumat, dan menutup beberapa ratus toko pada pukul 5 sore.
Seorang juru bicara Walmart mengatakan, dia akan memantau kondisi setiap hari, dan bagaimana masing-masing komunitas terpengaruh dan mengambil keputusan saat itu.
Baca juga: Wall Street Menguat meski Ada Kerusuhan di AS
Seperti dilansir dari Sindonews, Selasa (2/6/2020), peritel online Amazon mengatakan, pihaknya masih memantau situasi dengan cermat.
"Di beberapa kota, kami telah menyesuaikan rute atau mengurangi operasi pengiriman barang untuk memastikan keamanan tim kami," kata perusahaan itu dalam pernyataan melalui e-mail.
Baca juga: Tertangkap Kamera Lakukan Perusakan dalam Kerusuhan AS, Pria Bertato Peta Indonesia Minta Maaf
Di bagian lain, penjualan ritel AS telah membukukan rekor penurunan karena pandemi corona yang memaksa orang Amerika tinggal di rumah dan menempatkan ekonomi pada arah kontraksi terbesar pada kuartal kedua ini sejak Depresi Hebat pada 1930-an.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.