JAKARTA - Banyak toko dan kedai yang mengalami kerusakan akibat unjuk rasa berujung kekerasan akibat kematian seorang warga kulit hitam, George Floyd di tangan polisi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengungkapkan keselamatan WNI di Amerika adalah prioritas utama.
Oleh karena itu Kemlu telah melakukan intensitas komunikasi dengan WNI di setiap wilayah yang dilakukan oleh lima konsulat jenderal (KJRI) dan satu kedutaan besar (KBRI).

Baca juga: Wall Street Menguat meski Ada Kerusuhan di AS
"Perhatian utama pemerintah saat ini adalah keselamatan WNI. Dari komunikasi yang kami peroleh, tidak ada WNI jadi korban, terkecuali ada satu toko di Washington milik WNI yang mengalami vandalisme, rusak toko. Namun di luar itu semua dalam kondisi baik," katanya.
Baca juga: Dikhawatirkan Bunuh Diri, Eks Polisi Pembunuh George Floyd Dipindahkan ke Penjara Keamanan Maksimum
Seperti dilansir dari BBC, KBRI dan KJRI juga telah mengimbau kepada WNI untuk tinggal di rumah. Mereka juga diminta mematuhi penerapan jam malam yang diberlakukan di 41 kota di Amerika.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.