Bos Garuda Akui Biaya Penerbangan Lebih Mahal karena PCR Test

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 02 Juni 2020 19:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 320 2223473 bos-garuda-akui-biaya-penerbangan-lebih-mahal-karena-pcr-test-w7DAhrSCSu.jpg Bandara (Shutterstock)

JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyatakan bahwa penerbangan di masa new normal akan menelan biaya lebih besar. Pasalnya, akan ada tambahan biaya yang dirogoh oleh penumpang untuk bisa terbang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, dalam era new normal maskapai harus menyiapkan protokol kesehatan yang ketat bagi siapa pun yang ingin terbang. Misalnya adalah persyaratan untuk melakukan tes kesehatan dengan metode PCR.

 Baca juga: Garuda Kehilangan 10% Pendapatan karena Haji Dibatalkan

Menurut Irfan, adanya tes PCR ini membuat penumpang harus merogoh kocek lebih dalam. Sehingga hal inilah yang akan membuat biaya naik pesawat akan menjadi mahal.

Bahkan, biaya untuk tes kesehatan ini jauh lebih mahal dibandingkan tiket pesawat untuk bepergian. Sebab menurut Irfan, tes PCR menelan biaya sekitar Rp2,5 juta meskipun sudah ada beberapa rumah sakit yang menurunkan harganya.

 Baca juga: Haji 2020 Dibatalkan, Bos Garuda: Ini Keputusan Pahit dan Keuntungan Semakin Berat

"Yang lebih penting mahal ini tidak lebih mahal daripada pesawat itu sendiri. PCR test yang Rp2,5 juta dan beberapa sudah menurunkan harganya, itu jauh lebih mahal daripada biaya bepergian khususnya lokasi yang berdekatan seperti Jakarta-Surabaya," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (2/6/2020).

Menurut Irfan, biaya PCR semahal itu tak sebanding dengan biaya tiket perjalanan. Irfan mencontohkan biaya perjalanan rute Jakarta-Surabaya yang hanya Rp 1,5 juta, tapi penumpang harus mengocek dompet lagi dengan biaya tes PCR sebesar Rp 2,5 juta.

"Apalagi kalau bepergian 7 hari yang berarti harus PCR dua kali dan bianya harus Rp 5 juta sementara perjalanan bolak-balik hanya 1,5 juta," kata Irfan.

Meskipun begitu lanjut, Irfan menegaskan, maskapai akan menjalankan penerbangan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Sehingga Irfan menjamin tak ada penyebaran virus Corona dalam pesawat Garuda.

"Tetapi hari ini memastikan khususnya pelanggan GA mereka yakin tidak akan tertular dan tidak akan menularkan. Ini akan menjadi keharusan bagi kami dan maskapai lain dan stakeholder memastikan sama-sama kompak dan menjaga protokol kesehatan. Ini akan komperhensif," kata Irfan.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini