Sri Mulyani Berharap Ekonomi RI Tidak Menurun Tajam

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 14:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 03 20 2223903 sri-mulyani-berharap-ekonomi-ri-tidak-menurun-tajam-VLeBkbEIWS.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Setkab)

JAKARTA - Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) menjadi andalan untuk mencegah kemerosotan ekonomi Indonesia akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Anggaran PEN pun dinaikkan menjadi Rp677,2 triliun dari sebelumnya hanya sebesar Rp641,7 triliun.

Baca Juga: Ekonomi RI Jangan Sampai Minus, Presiden: Kalau Bisa Rebound

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pemerintah melakukan berbagai cara agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak merosot atau negatif seperti apa yang dialami negara lain.

"Kita tentu beriupaya agar pertumbuhan ekonomi kita tidak menurun tajam seperti yang dihadapi banyak negara lain di dunia yang bahkan masuk zona negatif," kata Sri Mulyani saat konferensi pers virtual, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Naik Jadi Rp677,2 Triliun

Kendati demikian, Sri Mulyani mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan terdampak sangat berat. Seringkali Sri Mulyani bicara soal skenario terburuk ekonomi Indonesia mencapai minus 0,4%.

"Dengan PEN ini diharapkan kuartal II tidak merosot tajam dan kuartal III dan IV ekonomi sudah bisa mulai didukung pulih kembali sehingga pemulihan itu memang konsentrasi untuk bisa perbaiki kinerja kuartal III dan IV tahun ini," ujarnya.

Sri Mulyani menjelaskan, dengan adanya penambahan anggaran PEN maka APBN 2020 akan mengalami postur perubahan.

Pemerintah sedang menggodok perubahan postur anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2020. Apalagi, virus corona atau Covid-19 membuat adanya perubahan cukup besar pada APBN 2020.

 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, perubahan postur APBN 2020 dilakukan dengan hati-hati, transparan serta akuntable. Sehingga APBN 2020 dapat dijaga dan dipercaya.

Jokowi juga ingin agar kinerja perekonomian Indonesia di kuartal II hingga IV bisa tinggi. Sehingga, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tidak jatuh terlalu dalam.

Sebab pada kuartal I-2020 lalu saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97%. Jika kinerja ekonomi kuartal II, III dan IV tidak membaik, maka ekonomi Indonesia bisa saja berada di angka minus.

"Dan kuartal II, III dan IV harus mampu menahan laju pertumbuhan ekonomi agar tidak sampai minus dan bahkan kita harapkan kita pelan pelan bisa rebound," ujarnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini