Program Pemulihan Ekonomi, Ini 12 BUMN yang Dapat Suntikan Dana

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 320 2224043 program-pemulihan-ekonomi-ini-12-bumn-yang-dapat-suntikan-dana-5EYGjG9o26.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan memberikan suntikan dana kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini untuk mengantisipasi dampak virus Corona atau Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dukungan ini untuk BUMN yang dianggap memiliki pengaruh besar hajat hidup masyarakat. Di mana perannya dari sisi exposure besar sistem keuangan dan dimiliki pemerintah dengan total aset yang cukup besar.

 Baca juga: Ungkap Biaya Pengobatan Pasien Covid-19, Menteri BUMN: Mahal Banget

"Jadi program pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan melalui BUMN mencakup 12 BUMN dari sisi subsidi, penyaluran bansos, PMN dan dana talangan total Rp52,57 triliun," ujar Sri Mulyani dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Dirinya menjabarkan, pertama adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mendapatkan suntikan hingga Rp45,4 triliun. Adapun suntikan dana tersebut untuk tambahan subsidi listrik yang diperpanjang, penyertaan modal negara dan pembayaran kompensasi dari piutang pemerintah.

 Baca juga: BUMN Bakal Disuntik Triliunan Rupiah, Komisi XI: Hati-Hati

Selanjutnya, PT Hutama Karya akan mendapatkan kenaikan PMN dari Rp3,5 triliun menjadi Rp11 triliun. Sedangkan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun mendapatkan jatah dari program PEN tersebut. Di mana, KAI mendapatkan dana talangan Rp3,5 triliun.

Sementara itu, PT Bahana akan mendapatkan PMN sebesar Rp6 triliun. Hal ini dalam rangka menangani PT Jamkrindo dan Askrindo soal program penjaminan kredit modal kerja darurat.

"Serta, PMN Nontunai sebesar Rp268 miliar (untuk Bahana)," ujarnya.

Dirinya mengatakan, PTPN juga akan mendapatkan dana talangan. Di mana, dana talangan tersebut untuk pinjaman modal kerja.

 Baca juga: Erick Thohir Ulang Tahun ke-50, Triawan: Semoga Makin Sukses

PT Permodalan Nasional Madani, lanjutnya akan mendapatkan PMN dari Rp1 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Hal ini untuk melakukan program ultra mikro Mekaar yang diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dalam memberi dukungan ke usaha mikro di bawah 10 juta.

"Ada 2 BUMN yang dalam hal ini Menteri BUMN Erick Thohir yang akan sampaikan, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Krakatau Steel Tbk yang diberi dana talangan," ujarnya.

Dirinya juga menambahkan, ada PT Perumnas sebesar Rp650 miliar. Sedangkan PT Pertamina akan mendapatkan dana pembayaran kompensasi.

"Dua BUMN lain yaitu ITDC dan Bulog, mendapatkan dukungan, untuk ITDC Rp500 miliar PMN tahun ini, bulog karena dukung operasi bansos dapat penyaluran Rp10,5 triliun," ujarnya.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini