JAKARTA - Meskipun saat ini Tanah Air sedang bersiap-siap menyambut new normal, namun pemerintah berkali-kali memperingatkan masyarakat pentingnya mematuhi protokol kesehatan new normal. Imbauan pemerintah yang tak henti-hentinya ini, bukan tanpa alasan.
Perlu diketahui, biaya perawatan pasien Covid-19 itu sangat mahal. Bahkan bisa membuat kantong jebol jika tak ditanggung oleh pemerintah. Makanya pemerintah selalu meminta masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan new normal.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan era new normal dengan baik. Sebab biaya yang harus ditanggung pemerintah guna merawat pasien Covid-19 itu mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut Erick, biaya perawatan pasien Covid-19 antara Rp105 juta hingga Rp215 juta. "Kalau kita lihat dari data-data, kena Covid-19 itu, per orang bisa kena biaya Rp105 juta. Dan kalau ada tambahan lainnya bisa mencapai Rp250 juta. Mahal banget," katanya belum lama ini.
Baca juga: Agen Perjalanan Sebut Bali Siap Hadapi New Normal
Seperti dilansir dari Sindonews, Selasa (2/6/2020), maka tak heran jika Erick meminta agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan saat menjalani masa new normal. Ini demi kebaikan bersama.
Erick menjelaskan, disiplin saat new normal merupakan salah satu usaha untuk menggairahkan roda perekonomian Indonesia. "Hal yang terpenting juga bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi karena yang namanya new normal ini, kita yakin pasti butuh penyesuaian."
Baca juga: Persiapan New Normal Pariwisata, RI Masih Jadi Tujuan Turis Asing?
Erick juga meminta kepada perusahaan-perusahaan BUMN untuk membentuk gugus tugas Covid-19. "Tujuan gugus tugas ini untuk memastikan protokol kesehatan yang dibuat perusahaan BUMN bisa dijalankan dengan baik."
(Dyah Ratna Meta Novia)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.