Daftar Proyek Strategis Nasional yang Capai Target di Tengah Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 06 Juni 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 320 2225375 daftar-proyek-strategis-nasional-yang-capai-target-di-tengah-covid-19-c781D7XD4m.jpg Proyek Strategis Nasional (Foto: Okezone)

JAKARTA - Di tengah merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia, sejumlah proyek strategis nasional mencapai target kerja yang ditentukan..

Satu di antara proyek strategis nasional yang saat ini mampu mencapai target yang ditentukan tersebut adalah Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas – Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur, milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) – anak perusahaan PT Pertamina (Persero)

Baca Juga89 Proyek Direkomendasikan Jadi PSN, Ini Daftarnya 

PT Rekayasa Industri (Rekind) yang tergabung dalam konsorsium bersama JGC IND belum lama ini berhasil mencapai milestone penting proyek, yaitu pengangkatan Heavy Equipment Selexol dan Regenerator Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas – Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur dengan total berat 760 Ton.

Pelaksanaan pekerjaan proyek EPC GPF terus berlangsung meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19 sehingga kemajuan pekerjaan proyek JTB pada bulan Mei 2020 telah mencapai 64,20% dengan target penyelesaian pada bulan Juli 2021.

"Dapat berperan besar dalam mengantarkan proyek strategis nasional milik negara untuk mencapai target yang ditentukan meski tim proyek harus berjuang di tengah tantangan wabah Covid-19,” ujar Direktur Utama Rekind Yanuar Budinorman dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

Baca Juga: 89 Proyek Baru Senilai Rp1.422 Triliun Direkomendasikan Jadi PSN 

Selain itu, pelaksanaan proyek PLTU Lombok CFSPP FTP-2 (2 x 50 megawatt) di Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Keterlibatan Rekind bersama Rafako S.A (perusahaan pabrikan Boiler asal Polandia) dipercaya untuk mendukung program kelistrikan nasional 35.000 mw dan secara khusus untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi di pulau Lombok, NTB.

Di penghujung tahun 2019, Rekind juga telah menyelesaikan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, berkapasistas 85 mw milik PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).

Saat ini Rekind juga tengah melaksanakan Proyek PLTP Rantau Dedap berkapasitas 98,4 mw (2 unit), yang hingga bulan April 2020 kemajuan proyeknya mencapai 81,6%.

Proyek milik PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) ini nantinya akan memasok listrik pada system kelistrikan wilayah Sumatera Selatan.

Selain itu, ada proyek strategis sasional lainnya, seperti proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Dalam pengerjaan proyek milik PT Pertamina (Persero) itu Rekind tergabung melalui Joint Operation (JO) bersama tiga perusahaan EPC dari dalam dan luar negeri yaitu PT Pembangunan Perumahan (PP), Hyundai Engineering Co., Ltd. (HEC) dan SK Engineering & Construction Co., Ltd. (SKEC).

Meskipun dalam pelaksanaan proyeknya yang harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Proyek RDMP Balikpapan mampu mencapai progress 16,32% di akhir bulan Mei 2020 .

RDMP Balikpapan merupakan proyek vital milik PT Pertamina (Persero) yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan Negara.

Pembangunan RDMP Balikpapan diyakini akan meningkatkan kapasitas kilang Balikpapan menjadi 360 ribu barrel dari kapasitas sebelumnya 260 ribu barrel. Selain itu juga akan meningkatkan volume produk yang dihasilkan kilang Balikpapan. Di antaranya produksi solar sebesar 23% atau 30 ribu barrel per hari, gasoline menjadi 100 ribu barrel per hari dan LPG menjadi 1500 ton per hari, selain itu Kilang Balikpapan juga akan menghasilkan produk baru propilen sebesar 230 ribu ton per tahun.

“Sehingga mampu mencapai target yang ditentukan, tepat sasaran, tepat biaya dan zero accident. Sebagai wujud dari upaya kehidupan new normal saat ini," tambah Yanuar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini