6 Hal yang Dipikirkan Bos Nissan Pasca-Babak Belur akibat Corona

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 320 2226239 6-hal-yang-dipikirkan-bos-nissan-pasca-babak-belur-akibat-corona-aXdRvh3kGV.jpg CEO Nissan Uchida (Reuters)

JAKARTA - Industri automotif merupakan bisnis yang terkena dampak virus Corona atau Covid-19. Salah satu brand ternama yang terdampak adalah, Nissan.

Produsen Nissan mengungkapkan kerugian bersih 671,2 miliar yen atau USD6,17 miliar setara Rp85,76 triliun (Rp13.900 per USD) pada tahun fiskal 2019. Kerugian tahunan tersebut yang pertama dalam lebih dari satu dekade.

Baca juga: Covid-19 Bikin Nissan Merugi hingga Rp91 Triliun

Tak hanya itu, bagian dari pengurangan pun juga diputuskan bahwa Nissan akan menutup pabriknya di Barcelona mulai Desember.

CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan pihaknya akan membangun budaya perusahaan seperti mendengarkan pelanggan, pemasok dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari tahu formulasi terbaik agar bisnis itu kembali berjalan dengan baik di tengah pandemi Covid-19.

"Prioritas kami pastinya adalah perawatan manusia dan kesehatan. Jadi bagaimana kita dapat memastikan karyawan kita dan jaringan global kita yang lebih luas, mitra pemasok aman. Ini adalah prioritas pertama saya dan di sinilah fokus perusahaan," ujarnya dilansir dari CNBC, Jakarta, Senin (8/6/2020).

'

Oleh sebab itu, ada 6 hal yang dipikirkan oleh Uchida. Berikut pemikiran Bos Nissan untuk perusahaannya:

 Baca juga: Nissan Pindahkan Pabrik Mobil dari Indonesia ke Thailand

1. Aliansi

 

Makoto Uchida mengatakan perlunya mengubah diri sendiri. Hal ini membuat aliansi menjadi aset daya saing untuk setiap perusahaan.

"Bagaimana kita dapat menggunakan aset itu untuk membuat setiap perusahaan tumbuh adalah titik kunci," kata Uchida.

2. Mengembalikan Kepercayaan Pasar

Uchida ingin membangun budaya perusahaannya. Hal ini agar dapat diterima oleh masyarakat.

Baca juga: Nissan Hentikan Produksi Mobil di Indonesia

“Ketika saya menjadi CEO, saya mengatakan bahwa saya bermaksud membangun budaya perusahaan tempat kami mendengarkan pelanggan, dealer, dan pemasok dan seluruh pemangku kepentingan di dalam dan di luar organisasi, ini adalah budaya di mana berbagai pendapat diterima," ujarnya.

 

3. Virus Corona

Dirinya mengatakan, virus Corona jelas telah mengganggu industri automotif. Bahkan sangat mempengaruhi menjadi suatu krisis.

“Tapi pertama-tama, prioritas kami pasti adalah perawatan manusia dan kesehatan (faktor). Jadi bagaimana kita dapat memastikan karyawan kita dan jaringan global kita yang lebih luas, mitra pemasok ... aman. Ini adalah prioritas utama saya dan merupakan fokus perusahaan," ujarnya.

4. Penutupan Pabrik

Penutupan pabrik menurutnya menjadi wacana soal transformasi. Oleh sebab itu, perlu melihat kembali apa saja yang salah dalam strategi masa lalu.

"Bagaimana kita dapat memulihkan diri pada jalur pertumbuhan yang stabil," ujarnya.

"Jadi ini adalah yang paling penting ... salah satu bidang yang kami bantu kejar adalah bagaimana kami dapat memiliki ukuran yang tepat (untuk) kapasitas produksi kami dengan efisiensi operasi," tambahnya.

5. Kinerja sedang Berada di Bawah

Dirinya mengatakan bahwa perlu mengatasi masalah kinerja yang lesu. Kemunduran ekspansi pun tak terelakan oleh perusahaan sebesar Nissan.

"Jadi ini berarti kita perlu mengoptimalkan produksi kami pada tingkat yang sesuai dan juga operasi sambil meningkatkan efisiensi operasional," ujarnya.

6. Brexit

Uchida juga memantau perkembangan British exit (Brexit). Dirinya akan hati-hati memantau bagaimana Amerika Serikat akan membuat kesepakatan dalam hal brexit.

"Brexit, ketika sampai pada perjanjian tarif tetapi sekali lagi, saya ingin Anda fokus dan menekankan bahwa kami ingin mempertahankan merek kami di Eropa ... Jadi inilah yang dapat saya katakan hari ini," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini