Share

Bank Dunia Sebut Resesi Ekonomi akibat Covid-19 Terburuk sejak Perang Dunia II

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 09 Juni 2020 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 20 2226764 bank-dunia-sebut-resesi-ekonomi-akibat-covid-19-terburuk-sejak-perang-dunia-ii-vKvuN75sTu.jpg Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Bank Dunia atau World Bank meramal pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan merosot hingga minus 5,2% akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang menyebar secara masif. Dengan demikian, ekonomi global akan mengalami resesi.

Menurut Bank Dunia resesi ekonomi tahun ini terdalam sejak Perang Dunia. Demikian terungkap dalam laporan Bank Dunia mengenai prospek ekonomi global Juni 2020, Jakarta, Selasa (9/6/2020).

"Resesi akibat Covid-19 cenderung menjadi yang terdalam di negara maju sejak Perang Dunia II dan kontraksi output pertama di negara berkembang dalam enam dekade terakhir," kata Direktur Prospek Bank Dunia Ayhan Kose.

Baca Juga: Australia Resesi, Pertama Kali dalam 3 Dekade 

Pandemi virus corona menghancurkan ekonomi dunia. Aktivitas ekonomi di antara negara-negara maju diperkirakan akan menyusut minus 7% pada tahun 2020 karena permintaan dan penawaran, perdagangan, dan keuangan dalam negeri sangat terganggu.

Misalnya ekonomi Amerika Serikat (AS) akan berkontraksi 6,1% di tahun ini. Sementara kawasan Eropa diperkirakan menyusut 9,1%, sedangkan negara maju lainnya seperti Jepang diperkirakan menyusut 6,1%.

Baca Juga: Resesi di Depan Mata, Ekonomi Singapura Diprediksi Minus 7% Tahun Ini 

Sementara untuk ekonomi negara-negara berkembang akan menyusus 2,5% tahun ini, kontraksi pertama sejak 1960. Pendapatan per kapita diperkirakan akan menurun sebesar 3,6%, yang akan membawa jutaan orang ke dalam kemiskinan ekstrem tahun ini.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pandemi virus corona menghantam paling keras di negara-negara di mana pandemi menjadi yang paling parah dan di mana ada ketergantungan besar pada perdagangan global, pariwisata, ekspor komoditas, dan pembiayaan eksternal.

Sementara besarnya gangguan akan bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. Negara-negara berkembang memiliki kerentanan. Selain itu, gangguan yang ditimbulkan di sektoe pendidikan dan akses layanan kesehatan primer cenderung memiliki dampak jangka panjang pada pengembangan sumber daya manusia.

"Ini adalah pandangan yang sangat mendalam, dengan krisis yang cenderung meninggalkan bekas luka jangka panjang dan menimbulkan tantangan global yang besar," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Pertumbuhan, Keuangan, dan Lembaga yang Berkeadilan Ceyla Pazarbasioglu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini