Aturan Batas 50% Penumpang Angkutan dan Pribadi Dihapus

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 320 2226971 menhub-hapus-aturan-batas-50-penumpang-angkutan-umum-dan-pribadi-26xt00c69g.jpg Menhub Budi Karya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi resmi menghapus ketentuan batas penumpang 50% pada operasional angkutan umum dan pribadi. Hal ini tertuang dalam Permenhub 41 tahun 2020.

Permenhub 41 itu mengubah beberapa pasal dalam Peraturan Menteri Perhubungan no 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Budi Karya mengubah pasal 11 ayat a dan b pada PM 18 tahun 2020.

 Baca juga: Tak Diberi Besaran, Kapasitas Penumpang Kapal Hanya Berdasarkan Jaga Jarak

Menhub Budi sebelumnya menyebutkan awalnya kendaraan bermotor umum dan pribadi wajib menerapkan kapasitas maksimal 50%. Kini kewajiban itu dihapus.

"Jadi dalam PM 18 kapasitas penumpang maksimal 50% namun sekarang ada kemajuan yang berarti dalam menjaga protokol kesehatan," ujar dia pada telekonferensi, Selasa (9/6/2020).

Dalam pasal 11 ayat 1 tersebut berbunyi, kendaraan bermotor umum berupa mobil penumpang dan bus dilakukan pembatasan jumlah penumpang dari jumlah kapasitas tempat duduk dan penerapan jaga jarak fisik.

 Baca juga: Bisa Lacak Covid-19 Sambil Naik Ojol, Berikut Caranya

Sementara itu, kapasitas transportasi laut juga tidak dibatasi. Permenhub nomor PM 41 tahun 2020, pasal 13 menyatakan pengendalian kegiatan transportasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1) untuk transportasi laut berupa kapal penumpang dilakukan pembatasan penumpang dari jumlah kapasitas tempat duduk atau tempat tidur dengan penerapan jaga jarak fisik atau physical distancing.

Sedangkan itu, Dalam Surat Edaran tentang Operasional Transportasi Udara Dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pada poin operator penerbangan dalam rangka pencegahan Covid-19, disampaikan untuk menerapkan prinsip jaga jarak (physical distancing) di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body dan wide body yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sesuai dengan konfigurasi tempat duduk.

 Baca juga: Zona Merah, Terminal Jatijajar dan Poris Plawad Tunda Pelayanan

"Kursi-kursi penumpang diatur (seating arrangement) berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70% kapasitas angkut (load factor)," tulis Surat Edaran.

Menhub menjelaskan pengendalian transportasi di new normal menitikberatkan aspek kegiatan dalam mencegah Covid-19. Diharapkan tetap produktif namun tetap aman.

Menurutnya, pada dasarnya masih sama dengan PM yang sebelumnya tapi lebih detil akan dituangkan dalam SE dirjen yg menujuk satu arahan peraturan lebih detil.

"Di antaranya penerapan protokol kesehatan dan jaga jarak fisik melalui pembatasan jumlah penumpang pribadi dan umum di semua sektor," tandas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini