Share

Kapasitas Ditambah, Bos Garuda Incar Penumpang Perjalanan Dinas hingga Traveller

Giri Hartomo, Okezone · Selasa 09 Juni 2020 20:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 320 2227197 kapasitas-ditambah-bos-garuda-incar-penumpang-perjalanan-dinas-hingga-traveller-sDtBXl2bic.jpg Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Surat Edaran tentang Operasional Transportasi Udara Dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Salah satu dalam SE tersebut adalah membatasi jumlah penumpang pesawat sebesar 70% naik dari sebelumnya yang hanya 50% saja.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, merespon kebijakan tersebut perseroan melakukan analisa pasar potensial. Dari hasil analisa ada tiga pasar potensi yang bisa dimanfaatkan.

 Baca juga: Garuda Indonesia Pastikan Tiket Pesawat Tidak Naik

Pertama adalah penumpang yang bertujuan untuk melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Pasar yang kedua adalah traveler yang hendak mengunjungi tempat baru serta terakhir adalah kunjungan silaturahmi ke tempat kerabat atau keluarga.

"Kalau tipe pertama ini gak akan terganggu lah. Teman-teman yang kerja di Kementerian, yang harus cek ke kantor cabang, kan harus pergi," ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (9/6/2020).

Menurut Irfan, khusus untuk pasar traveler ini menjadi salah satu fokus bersama yang harus dihadapi. Sebab menurutnya hal ini berkaitan dengan upaya pemerintah untuk menggairahkan kembali pariwisata.

 Baca juga: Dukung Cegah Penyebaran Covid-19, Bos Garuda: Kalau Lama Makin Babak Belur

"Tipe kedua ini challenging, apakah orang mau pergi traveling? saya amati banyak diskusi publik soal kangen bepergian," ucapnya.

Sebagai gambaran, potensi pasar traveler tipe ini juga bisa dilihat dari situasi ketika mal dibuka lagi. Jika mall kembali ramai, maka bisa jadi destinasi wisata juga yang sebelumnya sepi juga bisa diserbu lagi oleh masyrakat.

"Akan sangat menarik, apa yang akan terjadi 15 Juni ketika mall dibuka, sepi-sepi saja apakah gimana? Bandingkan pikiran itu dengan orang-orang yang terbang untuk traveling, nah ini yang bakal kita pastikan, kalau mereka mau terbang supaya aman," jelasnya.

Sementara untuk tipe ketiga, meskipun musim mudik lebaran sudah berakhir, namun masih ada potensi perjalanan silaturahmi yang berkala. Meskipun jumlahnya tidak sebesar saat musim mudik lebaran.

 Baca juga: PHK Pilot Jadi Cara Garuda untuk Tetap Beroperasi

"Biasanya tiap tahun Garuda peak season pas menjelang lebaran. Tapi anda juga perhatikan, jelang Sabtu Minggu saja banyak penerbangan ke hometown, biasanya kunjungi keluarga, kawinan, dan lain-lain. Misal kalau saya ke om saya, gitu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) Denon Prawiraatmadja mengapresiasi kebijakan Kemenhub menambah batas angkut pesawat. Meskipun begitu adanya kebijakan ini tidak semerta-merta membuat maskapai bisa kembali bangkit.

"Setelah kapasitas angkutnya direlaksasi hingga 70%, ini tidak tidak berarti kegiatan normal penuh. Ini artinya transisi, kita tetap memenuhi ketentuan Gugus Tugas," jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Denon, dirinya menyebut pentingnya peran pelaku industri penerbangan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar menggunakan transportasi udara. Apalagi, kebanyakan orang Indonesia saat ini sudah sadar pentingnya kesehatan.

"Misalnya kalau mau ke Bali, jalan-jalan atau tugas ke Balikpapan. Dalam kaitan tersebut, masyarakat ini akan memilih mana maskapai yang memberi rasa aman. Nah kepercayaan yang diberikan masing-masing entitas, kalau mereka secara serius dan benar mengikuti aturan yang diminta pemerintah terkait physical distancing, ini mempunyai pengaruh ke masyarakat dan mereka merasa yakin dan percaya akan aman di tempat tujuan," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini