Ada Corona, Bagaimana Nasib Proyek Gasifikasi Batu Bara?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 320 2227740 ada-corona-bagaimana-nasib-proyek-gasifikasi-batu-bara-DiJ2opR0xr.jpg Batu Bara (Okezone)

JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memastikan proyek gasifikasi atau hilirisasi batu bara akan tetap berjalan. Apalagi perseroan juga sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Air Products & Chemical Inc.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin mengatakan pihaknya akan segera melakukan tender untuk pelaksanaan enjinering, procurement dan construction (EPC). Sebab, pihaknya bersama dengan perusahaan asal Amerika Serikat sudah melakukan kajian dalam membuat front end engineering design (FEED).

 Baca juga: Tahun Ini PTBA Targetkan Produksi Batu Bara 30,3 Juta Ton, Cuma Naik Tipis

"Proyek ini tetap diteruskan dan kita sudah miliki partner sekaligus provider teknologi Air Product, kita lagi pertajaman kajian FEED. Kita akan lakukan tender EPC," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (10/6/2020).

Menurut Arviyan, nantinya produk yang dihasilkan dalam gasifikasi adalah dimethyl ether (DME). Selain itu, produk yang dihasilkan lainnya adalah methanol sebagai bahan baku B100.

 Baca juga: Harga Saham Terjungkal di Bawah Rp2.000, PTBA Siap Lakukan Buyback

"Produk yang kita buat selain DME, ada juga metanol yang dibutuhkan cukup tinggi untuk bahan baku B100 dan pembuatan gasoline," ucapnya.

Dia mengatakan, proyek kerja sama antara Bukit Asam dengan Air Products bernilai 2 miliar dolar AS. Diharapkan proyek ini bisa beroperasi secara komersil pada tahun 2024-2025.

"Insya Allah, sekarang lagi kaji untuk segera mulai FEED dan EPC, kita harapkan commercial bisa di tahun 2024-2025," kata Ariviyan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini