Tahun Ini PTBA Targetkan Produksi Batu Bara 30,3 Juta Ton, Cuma Naik Tipis

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 278 2227700 tahun-ini-ptba-targetkan-produksi-batu-bara-30-3-juta-ton-cuma-naik-tipis-ta2ejLJ5yO.jpg Batu Bara (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) bakal meningkatkan produksi batu bara hingga 30,3 juta ton pada tahun ini. Angka ini lebih besar 4% dibandingkan realisasi pada 2019 yang hanya sebesar 29,1 juta ton.

Baca Juga: PTBA Bagikan Dividen Rp3,65 Triliun, Terbesar dalam Sejarah BUMN di BEI 

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, perseroan tidak akan merevisi target produksi pandemi virus corona. Mengingat saat ini beberapa negara di dunia sudah mulai menerapkan new normal.

"RKAB produksi Insya Allah kita enggak akan merevisi. Karena kita melihat kondisi pandemi segera akan berakhir. PSBB juga sudah melonggarkan. Beberapa negara sudah new normal," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga: Bukit Asam Kantongi Laba Bersih Rp4,2 Triliun Sepanjang 2019 

Menurut Arviyan, target angkutan pada 2020 menjadi 27,5 juta ton atau meningkat 13% dari realisasi angkutan kereta api pada tahun 2019 sebesar 24,2 juta ton. Sedangkan, untuk volume penjualan batu bara tahun 2020, Bukit Asam menargetkan untuk meningkatkan menjadi 29,9 juta ton.

Angka tersebut terdiri dari penjualan batu bara domestik sebesar 21,6 juta ton dan penjualan batu bara ekspor sebesar 8,3 juta ton atau secara total sebesar 29,9 juta ton. Angka ini meningkat 8% dari realisasi penjualan batu bara pada tahun 2019 sebesar 24,7 juta ton.

"Saya yakin ini juga sudah berkembang baik dan RUPS juga sudah sepakat. Tidak akan mempengaruhi banyak program perusahaan," kata Ariviyan.

Sebagai upaya pengembangan usaha hilirisasi/pengolahan batu bara, perseroan bersama dengan para mitra strategis (potential offtaker, potential investor, dan pemilik teknologi gasifikasi batu bara) telah menandatangani dokumen-dokumen perjanjian kerjasama pada tahun 2019 yang kemudian mulai tahun 2020 dilanjutkan dengan tahap rancangan enjiniring lebih detil untuk persiapan pembangunan pabrik Coal To Chemicals setelah seluruh persyaratan prakonstruksi sudah dipenuhi.

"Pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi komersial pada tahun 2025 dengan konsumsi batu bara sekitar 6 juta ton per tahun selama minimal 20 tahun," ucap Arviyan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini