7 Milenial Bisnis Kedai Kopi, dari Kaesang hingga Bos Kopi Kenangan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 320 2228722 7-milenial-bisnis-kedai-kopi-dari-kaesang-hingga-bos-kopi-kenangan-tqSvXc1EMb.jpg Ilustrasi Kopi (Foto: Okezone.com)

Ternakopi Kedai kopi lokal saat ini sedang menjamur. Jika berminat membuka kedai dengan merek baru, maka dibutuhkan pembeda yang bisa menarik pelanggan. Pemilik dari Ternakopi adalah anak bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep.

Ternakopi ini menawarkan menu khusus, yaitu cold brew. Kopi dingin ini dianggap lebih enak serta lebih praktis dibuat tanpa mengesampingkan sisi kenikmatannya. Ada 10 varian kopi dingin yang ditawarkan Ternakopi mulai dari rasa original, kopi gula jawa, kopi vanila, kopi avocado, kopi karamel, kopi hazelnut, kopi mint, kopi green tea, kopi taro dan kopi cokelat. Semua varian ini dikemas dalam botol plastik dan diberi harga Rp20 ribu.

Baca juga: Bermula dari Ejekan, Remaja 16 Tahun Ini Sukses Gunakan Instagram untuk Berbisnis

Kopi Kulo

Kedai Kopi Kulo berdiri sejak Desember 2017. Tempat itu dimiliki oleh seorang bernama Clement. Dia berhasil menyabet penghargaan dari Go-Jek karena mendapat pesanan paling banyak dari para pelanggan.

Sebanyak 70%-80% pesanan, berasal dari transaksi online di Go-Food. Lagi-lagi media sosial jadi ujung tombak pemasaran kedai kopi ini. Mereka memanfaatkannya untuk merebut hati kalangan milenial.

kopi

Kopi Tuku

Tuku diambil dari Bahasa Jawa yang artinya beli. Tuku hadir di tengah masyarakat sebagai sebuah kedai kopi yang memfokuskan menjual aneka minuman kopi, serta biji atau bubuk kopi eceran.

Mereka memilih mendirikan toko kopi di dekat permukiman masyarakat. Diharapkan terbentuk sebuah rutinitas dan kultur baru dalam menikmati kopi di lingkungan padat penduduk.

Sosok di balik kopi dengan rasa nikmat tersebut adalah Andanu Prasetyo, sang pemilik bisnis Kopi Tuku. Tyo memasarkan kopi susunya sejak kuliah di Prasetiya Mulia Business School. Saat itu, Tyo yang tengah berbisnis distro bersama sang kakak, banting setir jadi penjual kopi susu.

Kopi Soe

Sylvia Surya dan suami, Ferrianto Surya berpikir optimis untuk mencoba kedai kopi. Mereka tak pernah terpikirkan untuk takut gagal, meskipun toko kopi telah menjamur di kota-kota besar.

Kopi Soe yang mengusung konsep bisnis “coffee to go” mulai mengembangkan bisnisnya dengan konsep waralaba. Hal ini dilakukan setelah membuka dua cabangnya di Menteng dan Kuningan, Jakarta. Setelah mengembangkan konsep waralaba, pada Januari 2019 kedai Kopi Soe bertambah menjadi 10, di Februari naik lagi menjadi 20, dan pada Maret-April 2019 berkembang lagi menjadi 50 cabang.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini