Fenomena Gunting Kartu Kredit, Segitu Bahayanya Kah?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 320 2229054 fenomena-gunting-kartu-kredit-segitu-bahayanya-kah-Kr9uL95PIb.jpg Kartu Kredit (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Ivan Gunawan membuat publik heboh ketika menghancurkan kartu kredit miliknya. Tak main-main, Igun sapaan akrabnya menggunting enam kartu kredit sekaligus.

Igun mengaku ingin hidup tenang di tengah pandemi. Salah satunya adalah dengan terbebas dari utang. Bagi desainer ternama itu, hidup tanpa utang adalah new normal versinya.

Baca Juga: Kartu Kredit di Tangan Orang Tak Bijak Bisa Berbahaya bak Pisau 

Menurutnya, memiliki kartu kredit membuatnya kadang tergoda untuk membeli sesuatu yang tak begitu penting. Hal itu ditakutkan jadi bumerang di tengah masa-masa sulit saat ini.

"Sebenarnya bukan tagihan membeludak, tapi maksudnya ya aku enggak kepengin memperbanyak utang yang enggak penting sih, karena kalau ada kartu kredit kan sesuatu yang enggak ada terkadang jadi ada," kata Ivan, Senin 8 Juni 2020.

Baca Juga: Ingin Terbebas dari Utang, Alasan Ivan Gunawan Gunting Kartu Kredit 

Menanggapi hal itu, Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M. Andoko menilai tak perlu ada fenomena seperti itu. Pasalnya, benda itu hanya sebuah benda mati, sehingga tergantung kepada pemiliknya bagaimana menggunakan kartu sakti tersebut.

“Jadi, menurut saya, kartu kredit itu benda mati, dia kayak pisau. Tapi pada saat yang bersamaan, pisau itu bisa untuk nusuk orang. Dia benda mati, jadi menurut saya tergantung dari pemakainya,” kata Andoko kepada Okezone, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, di balik efek negatif penggunaan kartu kredit yang tak bijak itu, mempunyai dampak positif juga. Salah satunya bisa digunakan untuk membayar kebutuhan yang mendesak, namun di satu sisi harus juga mengeluarkan pembelian kebutuhan rumah tangga. Sehingga, jika memiliki kartu kredit bisa menggunakan pembayaran rumah tangga dengan kartu kredit.

“Tapi pada bulan depan bayar sesuai dengan yang dibelanjakan sebelum jatuh tempo. Kedua, kalau kita rajin lakukan itu, kita dapat poin, bisa kita tukarkan poinnya. Jadi Anda bisa jalan-jalan dari yang Anda konsumsikan,” ujarnya.

Dia mencontohkan, dirinya merupakan seorang pengguna kartu kredit. Namun, alur pemakaian dan pembayarannya harus diatur. Beberapa waktu lalu, dirinya pergi jalan-jalan ke Belitung bersama 4 anggota keluarganya.

“Saya berempat ke Belitung harusnya bayar Rp9 juta, saya hanya bayar Rp1,1 juta, karena memanfaatkan poin. Tapi memang hati-hati buat yang menggunakan. Kalau dia banyak lebih tahu untuk konsumtifnya, jangan,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini