Bahayanya Bila Telur Infertil Dikonsumi, Rentan Sarang Bakteri hingga Jamur

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 320 2229110 bahayanya-bila-telur-infertil-dikonsumi-rentan-sarang-bakteri-hingga-jamur-dcrLeWJZbC.jpg Ramai-ramai Bicara Soal Telur Infertil. (Foto: Okezone.com/Cacklehatchery)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melarang telur infertil untuk dikonsumsi, meski kandungan gizinya sama seperti dengan telur fertil.

Ada beberapa alasan mengapa telur tersebut jangan dikonsumsi masyarakat. Pertama, telur infertil adalah telur yang tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan. Telur infertil biasa disebut juga telur HE (hatched egg) seharusnya tidak dijual sebagai telur konsumsi.

Baca Juga: Viral Telur Infertil, Apa Itu?

"Sangat rentan menjadi tampat tumbuh jamur dan bakteri sehingga menyebabkan telur cepat membusuk," ujar Humas Ditjen PKH Aryani Gumelar, saat dihubungi Okezone, Jumat (12/6/2020).

Dia melanjutkan, telur infertil ini berbeda dengan telur tetas, yang memang secara khusus dijual untuk metode penetasan. Telur tetas ini berasal dari induk yang telah dibuahi oleh pejantan.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Pastikan Telur di Jawa Timur Aman Dikonsumsi

Oleh sebab itulah telur tetas dapat ditetaskan, karena memang telur khusus untuk ditetaskan ini memiliki tunas (fertil). Telur infertil adalah telur yang tidak mengandung sel benih sama sekali. Dalam bahasa perunggasan, sel benih dikenal dengan discus germinalis, sel tersebut menempel pada permukaan kulit telur (yolk). Dan sel benih inilah yang nantinya menjadi ayam setelah masa pengeraman.

"Jika telur yang Anda tetaskan tersebut infertil maka artinya tidak akan ada kemungkinan telur tersebut untuk menetas. Jadi, sebaiknya teliti betul, betul bibit telur yang akan Anda tetaskan," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini