Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut mendukung sepenuhnya program Kementan. Wilayah di Cilacap ini tergolong wilayah yang rentan rob, namun demikian tidak menjadi halangan bagi petani tetap melaksanakan pertanaman. Bahkan pada kunjungan kali ini dilakukan dua hal sekaligus, tutup panen dan percepatan olah tanah.
"Pertanian tidak mengenal istirahat dan dengan hadirnya Pak Menteri kami semangat untuk memajukan pertanian untuk bertahan dari masalah. Bukan hanya pada saat pandemi, tapi segala hal," ujar Tatto.
Tatto bersama petani akan bertekad memajukan pertanian di Kabupaten Cilacap. Luas panen Kabupaten Cilacap tahun 2019 mencapai 118.133 hektar. Tatto Suwarto mengakui ada penurunan luas karena adanya perbaikan jaringan irigasi di Serayu.
Produksi sekitar 747.435 ton dengan provitas 6,3 ton per hektar dan harga Rp4.200 GKP. Kesepakatan dengan Kementan, Kabupaten Cilacap bulan Juni ini sanggup memenuhi luas tanam 5.759 hektar.
Di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi berharap Kabupaten Cilacap memiliki andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi.
Dukungan Kementan tentunya diberikan untuk Kabupaten Cilacap melalui bantuan sarana produksi maupun alsintan. Khusus untuk tanaman pangan sendiri bantuan mulai dari benih, budidaya padi, sampai alsintan pascapanen.