Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunci Penguatan Rupiah: Rendahnya inflasi hingga Defisit Transaksi Berjalan

Giri Hartomo , Jurnalis-Minggu, 14 Juni 2020 |13:19 WIB
Kunci Penguatan Rupiah: Rendahnya inflasi hingga Defisit Transaksi Berjalan
Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus mengalami penguatan. Saat ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.950 per USD.

Angka ini cukup baik mengingat, nilai tukar rupiah sempat terpuruk akibat Corona. Bahkan, rupiah sempat menyentuh angka Rp17.000 per USD saat awal-awal pandemi virus corona ini menginfeksi Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Melemah 1,12% ke Level Rp14.177/USD

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah menunjukkan sentimen pasar yang sudah kembali positif. Hal ini juga bisa menjadi titik balik bagi perekonomian bisa bangkit.

"Faktor rupiah yang terapresiasi cukup signifikan oleh mekanisme pasar menjadi lainnya. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap beberapa valuta utama itu mencerminkan persepsi atau sentimen positif terhadap perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19," ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2020).

 

Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah ini juga menjadi salah satu bukti suksesnya kebijakan pemerintah. Sebab fundamental ekonomi Indonesia dianggap kuat karena angka inflasi dan defisit transaksi berjalan yang rendah.

Hingga pekan pertama Juni 2020, rupiah sudah terapresiasi 5,27% terhadap dolar AS. Rupiah memasuki kisaran tipis di atas atau di bawah Rp 14.000 per dolar AS.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement