Kenapa Telur Infertil Bahaya Dikonsumsi? Ini Penjelasannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 14 Juni 2020 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 14 320 2229726 kenapa-telur-infertil-bahaya-dikonsumsi-ini-penjelasannya-9WV3z47RYh.jpg Pedagang Telur (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan penjelasan mengenai telur infertil yang sedang heboh di kalangan masyarakat. Secara tampilan, telur infertil memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan telur ayam pada umumnya.

Humas Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Aryani Gumelar menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa telur tersebut jangan dikonsumsi masyarakat. Pertama, telur infertil adalah telur yang tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan. Telur infertil biasa disebut juga telur HE (hatched egg) seharusnya tidak dijual sebagai telur konsumsi.

Baca Juga: Viral Telur Infertil, Apa Itu?

"Sangat rentan menjadi tempat tumbuh jamur dan bakteri sehingga menyebabkan telur cepat membusuk," ujar dia kepada Okezone, dikutip Minggu (14/6/2020).

Dia melanjutkan, telur infertil ini berbeda dengan telur tetas, yang memang secara khusus dijual untuk metode penetasan. Telur tetas ini berasal dari induk yang telah dibuahi oleh pejantan.

Baca Juga: Bahayanya Bila Telur Infertil Dikonsumi, Rentan Sarang Bakteri hingga Jamur

Oleh sebab itulah telur tetas dapat ditetaskan, karena memang telur khusus untuk ditetaskan ini memiliki tunas (fertil). Telur infertil adalah telur yang tidak mengandung sel benih sama sekali.

Di sisi lain, telur infertil juga mudah busuk. Sebab daya simpan telur fertil atau yang disebut telur HE lebih pendek sehingga lebih cepat membusuk atau hanya bertahan 7 hari.

"Sedangkan telur ayam ras yang biasa dikonsumsi masyarakat serta dihasilkan peternak layer bisa bertahan selama 30 hari di suhu ruangan," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini