Komoditas Emas hingga Seng Alami Kenaikan Harga di Mei 2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 320 2230265 komoditas-emas-hingga-seng-alami-kenaikan-harga-di-mei-2020-IV8fIsrSxL.jpg Emas (Reuters)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian global pada Mei 2020 masih mengalami kontraksi yang cukup dalam. Namun, masih ada sembilan komoditas yang mengalami kenaikan harga di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut delapan komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti, perak, seng, tembaga, nikel, timah, cokelat, emas dan karet. Sedangkan dari sisi migas, minyak mentah turut mengalami kenaikan harga.

 Baca juga: Komoditas Mete, Cengkeh, Kelapa Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

"Jadi ada beberapa komoditas non migas yang mengalami peningkatan harga dari April ke Mei 2020. Misalnya harga perak, seng, tembaga, nikel, timah, cokelat, emas dan juga karet," ujar dia di Kantor BPS, Jakarta, Senin (15/6/2020).

Dia menjelaskan, sampai, saat ini perkembangan perekonomian masih sangat buruk sekali. Di mana perekonomian global mengalami kontraksi dan di berbagai negara terjadi pelemahan daya beli karena masih banyak menerapkan psysical distancing.

 Baca juga: Biasanya Rp15.000/Kg, Kini Harga Jahe Capai Rp75.000

"Hal tersebut berpengaruh dari sisi produksi selama April-Mei terjadi berbagai perkembangan harga tapi umumnya mengarah kepada penurunan. Apabila kita lihat harga minyak mentah di dunia pada April 2020 adalah 20,66 USD per barel pada Mei ada kenaikan 25,67 USD per barel," ungkap dia.

Maka itu, lanjut dia harga minyak mentah mengalami peningkatan sebesar 24,25%. Namun apabila dibandingkan dengan Mei 2019 terjadi penurunan signifikan yakni 22,3%

"Dan ada juga barang dan komoditas yang mengalami penurunan harga pada bulan lalu. Penurunan tersebut terjadi, salah satunya karena pelemahan permintaan pasar. Di antaranya batubara, dari bulan April ke Mei turun 10,41%, lalu terjadi penurunan untuk minyak sawit dari April ke Mei mengalami penurunan 5,75%," pungkas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini