Adapun impor bahan baku penolong mengalami koreksi 34,66% dibandingkan bulan sebelumnya atau 43,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Sementara impor barang modal juga turun 29,01% (month on month/MoM) dan secara tahunan anjlok 40% (year on year).

"Ini akan mempengaruhi sektor manufaktur kita dalam tiga enam bulan ke depan. Impor ini menghalangi kemampuan mereka untuk memproduksi," jelasnya.
Sementara untuk turunnya barang konsumsi dinilai sangat baik untuk memperbaiki neraca dagang di masa mendatang. Adapun impor barang konsumsi turun 23,08% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 39,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Impor barang konsumsi turun tajam. Ini baik karena akan memperbaiki neraca dagang," ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)