Terdampak Corona, Bisnis Krakatau Steel Mulai Lesu

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2020 14:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 23 278 2234944 terdampak-corona-bisnis-krakatau-steel-mulai-lesu-npQZlJZHSt.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona mulai mempengaruhi seluruh kinerja industri. Tak terkecuali juga industri baja tanah air seperti yang dialami oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Direktur Utama PT Kratau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim mengatakan, memang pada kuartal I-2020 dampak corona pada kinerja perusahaan belum terlalu berdampak. Namun pada kuartal II-2020 ini, dampaknya sudah mulai terasa.

Hal ini akibat dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah untuk mencegah penularan virus corona. Sehingga pabrik-pabrik pun terpaksa untuk memberhentikan sementara operasionalnya.

Baca juga: Dirut Krakatau Steel Lepas 5,4 Juta Saham, Ini Alasannya

"Kalau kita bicara Q1 dampak covidnya belum terasa baru di bulan Maret, yang terasa itu q2, market panice dengan PSBB yang menarik distribusi barang terganggu," ujarnya dalam acara market review IDX Channel, Selasa (23/6/2020).

Menurut Silmy, terganggunya bisnis krakatau steel karena beberapa industri juga sudah mulai berhenti beroperasi. Sebab menurutnya, produk dari krakatau steel bukan hanya pada proyek infrastruktur saja melainkan juga pada industri lainnya.

"Kadang-kadang orang lupa, market of industry bukan hanya urusan konstruksi, tapi juga industri yang menggunakan baja kena seperti automotif, baja ringan, atap termasuk juga galangan kapal dan oil dan gas," jelasnya.

Baca juga: Arahan Presiden, Pipa Minyak Blok Rokan Diganti Made in Krakatau Steel

Untungnya lanjut Silmy, beberapa anak usaha dari Krakatau Steel berhasil memberikan kontribusi yang cukup besar. Sehingga, keuangan dari Krakatau Steel tidak jatuh terlalu dalam.

"Di sini chalangenya cost kita sudah turunkan signifikan. ada anak usaha yang menopang induk. Bisnis bajanya terdampak, tapi pelabuhan kita untungnya lebih besar. Hari ini ini terminal tercepat dan terbesar ini bisnis-bisnis yang cukup baik ini saling mengisi lah. Bisnis bajanya sendiri semakin efisien 25% lain. Sampai akhir tahun saya kejar mungkin sampai 20% lagi," kata Silmy.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini