Tantangan Milenial saat Memutuskan untuk Jadi Seorang Business Women

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235399 tantangan-milenial-saat-memutuskan-untuk-jadi-seorang-business-women-ZzHjxiOeg1.jpg Kisah Sukses Valencia Tanoesoedibjo Memulai Bisnis pada Usia Muda. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menjadi seorang pebisnis muda memang tidak mudah. Karena waktu pada usia tersebut akan habis hanya untuk bekerja atau meniti karier.

Hal tersebut diungkap Managing Director GTV Valencia Tanoesoedibjo. Menurutnya, menjadi business women pada usia yang sangat muda memiliki banyak tantangan. Salah satunya, masa muda yang harus dihabiskan untuk bekerja.

Biasanya pada usia tersebut, anak-anak muda untuk banyak menghabiskan waktu bersama teman atau bahkan ada yang lebih memilih menghamburkan uang dibandingkan mencari uang sendiri.

Baca Juga: Kisah Sukses Anthony Tan: CEO Grab Bertahan dari Corona, PHK 360 Karyawan dengan Pesangon 'Istimewa'

Valen pun bisa menahan diri dan tidak goyah untuk mulai memutuskan menjadi business women. Sebab, katanya, masih banyak cara sosialisasi yang dilakukan sambil menekuni pekerjaan sebagai pebisnis muda.

"Tantangannya banyak sih, kalau kita misalnya mau bersosialisasi banyak itu tidak jadi prioritas. Jadi lebih banyak bergaul dengan orang di kantor," ujarnya dalam live IG Bersama Okezone, Selasa (23/6/2020).

Baca Juga: Pecat 360 Karyawan, Bos Grab Janji Tak Ada PHK Lagi Tahun Ini

Menurut Valen, yang menjadi permasalahan jika bergaul dengan kantor adalah usia. Banyak teman kantornya yang memiliki usia lebih tua dua kali lipat dibandingkan dirinya.

Namun hal tersebut justru bagus karena bisa mendapat pengalaman lebih banyak. Valen mengaku bisa mendapat pelajaran lebih dari rekan kerja yang memang memiliki pengalaman lebih banyak.

"Dan lebih umurnya dua kali lipat dari saya tapi itu yang mengajarkan saya, yang menginspirasi saya untuk berkembang," kata Valen.

Menurut Valen, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Misalnya mencari obrolan sekitar minat seseorang supaya saat kerja menjadi satu dan pekerjaan menjadi lebih baik.

"Menyesuaikan diri itu kita mencari humalirity ya, apa yang bisa kita learn apa yang bisa jadi bahan obrolan, jadi tidak semua kerjaan mulu, tapi kita bisa relate satu ke satu orang lain, itu kita bangun hubungan-hubungan kita, kita jaga hubungan erat adan respect untuk menjadikan ice breaker ya," kata Valen

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini